Hari Kanker Paru Sedunia: LindungiHutan Tegaskan Pentingnya Tutupan Hijau untuk Udara Bersih dan Kesehatan Paru

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam peringatan Hari Kanker Paru Sedunia, LindungiHutan menyoroti krisis polusi udara di kota-kota besar Indonesia dan kaitannya dengan hilangnya tutupan hijau akibat deforestasi dan alih fungsi lahan. Polusi udara telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit paru, termasuk kanker paru-paru, yang menjadi penyebab kematian nomor satu di antara jenis kanker lainnya di dunia.

Laporan IQAir pernah menempatkan Jakarta sebagai kota paling berpolusi di dunia dalam kategori kota besar berdasarkan data real-time. Salah satunya terjadi pada 2 Juni 2023, ketika Jakarta mencatat AQI 159, menempatkannya di peringkat #1 kota dengan polusi udara tertinggi secara global menurut IQAir. Kota-kota industri seperti Cilegon, Semarang, dan Bekasi juga mencatatkan angka polusi tinggi, yang diperparah oleh minimnya ruang terbuka hijau dan terus menyusutnya kawasan hutan di sekitar wilayah penyangga.

“Penurunan kualitas udara bukan sekadar isu lingkungan. Ini soal kesehatan manusia, dan pada tingkat paling fatal, soal hidup dan mati. Hutan dan pohon di sekitar kita berfungsi sebagai paru-paru Bumi. Ketika pohon-pohon ditebang dan hutan digunduli, kemampuan alam menyaring udara tercemar juga ikut menghilang,” ungkap Ben, CEO LindungiHutan.

Dalam programnya di berbagai wilayah, LindungiHutan mencatat bahwa banyak kawasan yang dulunya merupakan ruang hijau kini telah beralih fungsi menjadi kawasan industri maupun permukiman. Kondisi ini tidak hanya mengancam keberlanjutan ekosistem, tetapi juga memperburuk kualitas udara di sekitarnya.

Salah satu contoh konkret terjadi di beberapa titik penanaman di kawasan pesisir Semarang. Sejak 2018, LindungiHutan menjalankan proyek penghijauan di daerah tersebut, yang bertujuan tidak hanya untuk menahan abrasi pantai, tetapi juga membantu mereduksi debu industri dan memperbaiki kualitas udara yang tercemar aktivitas pelabuhan dan pabrik. Sayangnya, upaya ini sempat menghadapi tantangan serius ketika pembangunan proyek jalan tol melintasi sebagian area penanaman, terutama seperti di Trimulyo, sebuah ironi di tengah krisis iklim dan polusi udara yang semakin nyata.

“Upaya konservasi sering dianggap hanya soal menjaga alam. Padahal, ini juga langkah preventif melawan penyakit mematikan seperti kanker paru. Pohon menyerap polutan seperti nitrogen dioksida dan partikel halus (PM2.5), yang diketahui dapat merusak sistem pernapasan,” tambahnya.

LindungiHutan mengajak masyarakat luas untuk tidak memandang remeh ancaman polusi udara terhadap kesehatan. Dukungan terhadap program penanaman pohon, terutama di wilayah dengan tingkat polusi tinggi, menjadi langkah konkret yang bisa dilakukan siapa saja. Selain itu, penyebaran edukasi tentang pentingnya hutan bagi kualitas udara dan kesehatan paru-paru perlu digalakkan, agar semakin banyak pihak menyadari bahwa menyelamatkan hutan berarti menyelamatkan kehidupan manusia. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, swasta, dan komunitas, juga menjadi kunci dalam memperluas ruang terbuka hijau dan memulihkan fungsi ekologis kawasan yang telah rusak.

Di tengah meningkatnya angka penderita kanker paru dan memburuknya kualitas udara di berbagai kota Indonesia, menjaga hutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. LindungiHutan menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan dari perjuangan menjaga kesehatan publik. Karena ketika pohon terakhir ditebang dan udara bersih tak lagi tersedia, yang tersisa hanyalah krisis, bukan hanya lingkungan, tetapi juga kemanusiaan.

Tentang LindungiHutan
LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru