Payakumbuh – Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, hadiri peresmiaan Masjid Miftahul Falah di Kelurahan Napar, Selasa (25/02/2025) yang kini siap digunakan sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran masjid dalam membentuk karakter generasi muda dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Kemarin kita meresmikan mushala di Koto Panjang, sekarang masjid di Napar. Ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap pembangunan rumah ibadah masih sangat tinggi. Pemko sangat menghargai apa yang dilakukan Bapak Yoni Agusti dan keluarga yang telah mewakafkan hartanya untuk membangun masjid ini,” ujar pria yang akrab disapa Om Zet itu.
Om Zet mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya “kembali ka surau” sebagai solusi dalam membimbing anak-anak agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.
“Perilaku generasi muda kita saat ini sudah mulai menyimpang ke arah yang tidak baik. Oleh karena itu, dengan semakin banyaknya masjid dan mushala, kita berharap bisa membangun karakter anak-anak kita dengan menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa permasalahan moral generasi muda tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan dukungan dari semua pihak.
“Kita harus bersama-sama menjaga masa depan anak-anak kita. Ini bagian dari upaya membangun masyarakat madani di Payakumbuh dan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa masjid ini sudah bisa digunakan untuk salat tarawih di bulan Ramadan yang sebentar lagi tiba.
“Kami atas nama Pemerintah Kota mengucapkan mohon maaf lahir batin, selamat menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
Senada dengan itu, Asisten I Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakri, menekankan pentingnya peran masjid dalam pemberdayaan masyarakat.
“Kita menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti LGBT, narkoba, dan perilaku menyimpang lainnya. Oleh karena itu, masjid harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter anak-anak melalui pendidikan di surau,” ujarnya.
Ia berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan umat.
“Maksimalkan fungsi masjid, sehingga manfaatnya lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya.
Masjid Miftahul Falah dibangun dengan dukungan berbagai pihak, terutama donatur utama Yoni Agusti.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan masjid ini bermula dari kondisi mushala sebelumnya yang sudah banyak mengalami kerusakan.
“Mushala yang ada sebelumnya sudah banyak rusak, jadi kami sekeluarga membangun masjid ini agar bisa digunakan oleh masyarakat Napar untuk beribadah dengan lebih nyaman,” pungkasnya. (red)
Editor : rachmail gucci
Sumber Berita: Pemko Payakumbuh















Komentar