Pelajar di Lampung Meninggal karena Tersedak Kelengkeng MBG, JPPI Kecam Kecerobohan Penyelenggara

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INDOPOSCO.ID – Meninggalnya seorang siswa SD di Lampung Tengah akibat tersedak saat menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) di lingkungan sekolah dinilai merupakan bentuk kelalaian fatal dan bukti nyata pengabaian aspek keselamatan anak.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengecam keras kejadian tersebut. Tragedi ini tidak bisa disederhanakan sebagai bencana biasa, melainkan merupakan akibat kelalaian penyelenggara program MBG, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN) dan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ini jelas kelalaian yang fatal. Memberi makan jutaan anak sekolah setiap hari tanpa menyiapkan sistem keamanan dan mitigasi bahaya fisik adalah bentuk kecerobohan yang sangat berbahaya, kata Ubaid dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

JPPI mencatat bentuk-bentuk kelalaian mendasar yang dilakukan BGN dan SPPG dalam tata kelola program MBG. Ceroboh dalam memilih dan menyusun standar keamanan pangan (Physical Hazard).

BGN dan SPPG dinilai ceroboh karena membiarkan penyediaan dan konsumsi makanan/buah dengan risiko tinggi bahaya tersedak di lingkungan anak-anak tanpa ada pedoman pemotongan, tekstur, atau penyajian yang aman sesuai kelompok umur siswa sekolah dasar.

“Ini merupakan bentuk kelalaian dalam merencanakan standar keamanan pangan,” kritik Ubaid.

Selain itu, kecerobohan juga membuat program terlaksana tanpa SOP penanganan darurat. BGN dan SPPG membebankan biaya pendistribusian dan pengolahan makanan ke sekolah tanpa pernah memberikan SOP penanganan darurat medis, pelatihan pertolongan pertama (manuver Heimlich), atau pendidikan teknik makan yang aman.

“Membiarkan program besar-besaran berjalan tanpa jaring pengaman medis adalah bentuk kelalaian operasional yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Teledor absen mempersiapkan tim medis pendamping di lapangan. BGN dan SPPG bertindak asal-asalan dengan menganggap urusannya akan selesai setelah makanan diantar ke sekolah.

“Tanpa petugas medis atau pengawas K3 kesehatan dari BGN/SPPG yang mendampingi siswa saat makan, anak-anak akan menghadapi risiko kematian medis tanpa pendampingan profesional di lokasi,” imbuhnya.

Seorang siswa kelas 3 SD berinisial RAP (9) di Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak biji kelengkeng pada Selasa (22/9/2026). Buah kelengkeng tersebut merupakan bagian dari menu hidangan penutup program MBG yang dibagikan di sekolahnya, SDN 03 Poncowarno, Kalirejo. (Dan)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Pengajuan Re-Suket dan Upaya Hukum Luar Biasa: Tim Hukum Gibran Bisa Ambil Perlindungan di Balik Putusan TUN Non-Retroaktif
Gempa M4.0 Berpusat di Laut Barat Laut Karatung, BMKG Sampaikan Data Awal
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WIB

Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena

Kamis, 5 November 2026 - 18:25 WIB

Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan

Berita Terbaru