BPS Kota Payakumbuh Genjot Kualitas Data: Menuju Peningkatan Hasil Evaluasi Statistik 2024

- Redaksi

Kamis, 19 September 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Dalam upaya meningkatkan pemahaman tata kelola data sesuai prinsip Satu Data Indonesia (SDI), Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Payakumbuh menggelar Workshop Pembinaan Statistik Sektoral di Aula Hotel Mangkuto, Kamis (19/09/2024).

Acara ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas BPS sebagai pembina statistik sektoral, yang didasarkan pada Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Kepala BPS Kota Payakumbuh, Dessi Febriyanti mengatakan, workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para peserta terkait prinsip SDI, terutama dalam hal tata kelola data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“BPS bertanggung jawab dalam pembinaan statistik sektoral, dan kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk mendukung sistem statistik nasional serta pembangunan di Payakumbuh,” ujar Desi.

Desi menambahkan, pihaknya berharap melalui workshop ini, para peserta dapat lebih memahami pentingnya standar data, metadata, interoperabilitas, dan kode referensi dalam pengelolaan data.

“Pemahaman yang baik tentang prinsip SDI sangat penting agar data yang dihasilkan bisa diakses dan dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Desi menyebut, bahwa BPS juga telah melakukan beberapa kegiatan pembinaan statistik sektoral seperti Pembinaan Desa Cinta Statistik di Kelurahan Balai Jariang, roadshow ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Workshop Metadata dan Rekomendasi Statistik pada Maret 2024.

BPS juga terus melakukan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS), dan meskipun hasil dua tahun terakhir menunjukkan kategori kurang, terdapat peningkatan yang signifikan sejak awal 2024.

“Kami berharap, hasil EPSS yang akan diumumkan pada 26 September 2024 bisa menunjukkan hasil yang lebih baik,” kata Desi.

Desi mengingatkan bahwa setiap data yang dihasilkan harus disertai dengan metadata yang sesuai dengan Peraturan BPS No. 5 Tahun 2020, yang mewajibkan produsen data untuk melengkapi data mereka dengan metadata dalam format yang baku.

“Kami mengingatkan agar seluruh OPD memperhatikan pentingnya metadata sebagai bagian dari tata kelola data yang baik. Ini tidak hanya untuk mendukung proses statistik, tetapi juga untuk memastikan data tersebut dapat diakses dan dipertanggungjawabkan,” tegas Desi.

Desi menyatakan bahwa domain kualitas data masih memerlukan perhatian lebih. “Kami fokuskan pembinaan ini pada kualitas data agar di tahun mendatang, nilai EPSS Kota Payakumbuh dapat meningkat,” tutupnya.

Staf Ahli Wali Kota Payakumbuh, Herlina, yang mewakili Pj. Wali Kota Suprayitno, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop ini. Herlina menekankan pentingnya kerjasama antara BPS dan pemerintah daerah dalam menghasilkan data yang akurat untuk mendukung pembangunan daerah.

“Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah kualitas data statistik. Dengan data yang akurat dan terpercaya, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat guna mencapai tujuan pembangunan,” ujarnya.

Herlina juga menyatakan bahwa komitmen bersama antara BPS dan OPD sangat penting untuk memastikan kelancaran proses pendataan yang sesuai dengan prosedur dan kaidah yang ada.

“Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil BPS dalam mendukung penyelenggaraan statistik di Kota Payakumbuh,” tambahnya.

Workshop ini melibatkan Bappeda, Dinas Kominfo, BPS, dan OPD sebagai produsen data. Diharapkan, kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi statistik dan metadata yang diperlukan oleh masing-masing produsen data.

Fokus pada Kualitas Data Workshop ini juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas data, salah satu dari lima domain EPSS, yaitu Prinsip SDI, Kualitas Data, Proses Bisnis Statistik, Kelembagaan, dan Sistem Statistik Nasional.

Dengan sinergi yang terjalin antara BPS, pemerintah daerah, dan OPD, diharapkan tata kelola data di Kota Payakumbuh akan semakin membaik, mendukung pembangunan yang lebih akurat, terpadu, dan berkelanjutan. (Red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: BPS Kota Payakumbuh

Berita Terkait

Yusril Sebut Motif Penyadapan Sedang Diusut, Listyo Sigit Ingin Prabowo ‘Dilumpuhkan’ Jalankan Pemerintahan
BMKG Peringatan Badai Petir dan Angin Kencang di Kalimantan Selatan 4–10 November
Ajudan Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy-Tifa
Di Tengah Aksi, Wanita Polres Sukoharjo Bagikan Permen dan Air Mineral
Cegah Korupsi, KPK Tugaskan 2 Anggota Awasi Tata Kelola BGN dan Program MBG
Viral Pemecatan Kapolda Jateng Irjen Roy Usai Penggerebekan di Pesantren, Ini Faktanya
Gubernur NTB menegaskan, Sekda Lombok Barat akan membangun birokrasi berbasis sistem
Jokowi Jadi Saksi Sidang Roy Suryo-Tifa, Polisi Siapkan Pengamanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 01:05 WIB

Yusril Sebut Motif Penyadapan Sedang Diusut, Listyo Sigit Ingin Prabowo ‘Dilumpuhkan’ Jalankan Pemerintahan

Kamis, 5 November 2026 - 00:45 WIB

BMKG Peringatan Badai Petir dan Angin Kencang di Kalimantan Selatan 4–10 November

Kamis, 5 November 2026 - 00:25 WIB

Ajudan Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy-Tifa

Kamis, 5 November 2026 - 00:07 WIB

Di Tengah Aksi, Wanita Polres Sukoharjo Bagikan Permen dan Air Mineral

Rabu, 4 November 2026 - 23:45 WIB

Cegah Korupsi, KPK Tugaskan 2 Anggota Awasi Tata Kelola BGN dan Program MBG

Berita Terbaru

Headline

Ajudan Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy-Tifa

Kamis, 5 Nov 2026 - 00:25 WIB