BMKG Ungkap Skenario Terburuk Megathrust, Gempa M9.2-Tsunami 10 Meter

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan skenario terburuk dari bencana yang disebabkan oleh gempa bumi megathrust ruas Aceh-Andaman yang kekuatannya mencapai M9.2 dan berpotensi menimbulkan tsunami besar.

Indonesia berada di wilayah tektonik aktif dan memiliki sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa kuat, termasuk megathrust.

Megathrust merupakan sumber gempa di zona subduksi tempat dua lempeng tektonik bertemu dan bergesekan pada kedalaman dangkal, umumnya kurang dari 50 kilometer. Zona ini dapat menghasilkan energi dalam jumlah besar dan memicu gempa bumi kuat dengan bidang patahan lebar.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Terdapat 14 ruas megathrust di Indonesia dengan magnitudo maksimum yang cukup tinggi. Daerah-daerah tersebut merupakan zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber utama gempa besar di Indonesia.





Bidang-bidang ini meliputi:

  • Aceh-Andaman M9.2
  • Nias-Simeulue M8.7
  • Batu M7,8
  • Mentawai-Siberut M8.9
  • Mentawai-Pagai M8.9,
  • Enggano M8.9
  • Jawa M9,1
  • Jawa Barat M8.9
  • Jawa Timur M8.9
  • Sumba M8.9
  • Sulawesi Utara M8.5
  • Parit Cotabato M8.3
  • Filipina Selatan M8.2
  • Filipina Tengah M8.1

Skenario terburuk untuk gempa megathrust

BMKG mengungkapkan skenario terburuk gempa megathrust di ruas Aceh-Andaman, gempa berkekuatan M9,2 dapat menimbulkan guncangan gempa maksimal hingga VIII MMI yang dapat mengakibatkan kerusakan bangunan, serta tsunami hingga ketinggian 10 meter.

“Wilayah Pantai Barat Sumatera berpotensi tinggi tsunami di garis pantai mencapai lebih dari 3 meter dan di beberapa lokasi mencapai lebih dari 10 meter,” tulis BMKG di Instagram pada Rabu (23/9).

Namun informasi mengenai potensi gempa megathrust bukanlah prediksi akan terjadinya gempa dalam waktu dekat. BMKG juga belum bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengenali potensi gempa dan tsunami di wilayah tersebut, serta menyiapkan langkah mitigasi seperti menyiapkan tas siaga bencana, mengidentifikasi jalur dan titik evakuasi, melakukan kesiapsiagaan bersama keluarga dan masyarakat, memastikan bangunan memenuhi prinsip bangunan tahan gempa, dan tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi.

Dalam upaya mencegah dampak risiko, BMKG juga telah menyiapkan 533 sensor seismograf dan sistem peringatan dini tsunami InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) yang dapat mendeteksi dengan cepat dan menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa dan tsunami?

Masyarakat diimbau mewaspadai gempa kuat atau guncangan yang dirasakan lebih dari 30 detik (20 hitungan) karena dapat menimbulkan tsunami dalam waktu singkat.

Dalam kondisi seperti ini, menjauhlah dari pantai dan tepian sungai, serta carilah informasi mengenai apa yang terjadi. Informasi peringatan dini tsunami dapat diterima melalui TV nasional, radio daerah, atau pengumuman di sekitar lokasi kejadian.

Jika mendengar sirene, suara dentang, atau alat peringatan lainnya, segera evakuasi ke tempat yang aman. Jika tidak mengetahui lokasi evakuasi, larilah sejauh mungkin dari pantai, naik ke tempat yang lebih tinggi.

(dmi)


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Pengajuan Re-Suket dan Upaya Hukum Luar Biasa: Tim Hukum Gibran Bisa Ambil Perlindungan di Balik Putusan TUN Non-Retroaktif
Gempa M4.0 Berpusat di Laut Barat Laut Karatung, BMKG Sampaikan Data Awal
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WIB

Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena

Kamis, 5 November 2026 - 18:25 WIB

Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan

Berita Terbaru