BMKG Pantau Siklon Tropis Surigae, Waspadai Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau keberadaan Siklon Tropis Surigae yang berkembang di kawasan Pasifik. Aktivitas sistem ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.

Berdasarkan pantauan BMKG, Siklon Tropis Surigae berkembang dari Siklon Tropis Seed 91W dan mencapai intensitas siklon tropis pada tanggal 23 September 2026 pukul 19.00 WIB. Sistem ini dipantau oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, seperti dikutip dari situs resmi BMKG Kamis (24/9/2026)

BMKG mencatat sejumlah wilayah perairan yang perlu diwaspadai dampak peningkatan gelombang akibat aktivitas Surigae. Wilayah ini meliputi perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, Samudera Pasifik utara Halmahera, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Samudera Pasifik utara Biak, serta Laut Maluku bagian utara dan selatan.

Selain pengaruh siklon tropis, kondisi angin di sejumlah wilayah di Indonesia juga turut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang. Dalam peringatan gelombang tinggi BMKG pada 24–27 September 2026, gelombang setinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan, antara lain Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu hingga selatan Jawa, perairan selatan Bali, sebagian NTB, serta beberapa perairan di Jawa Timur dan Lampung.

BACA JUGA: Hujan Ringan Berpotensi Turun di Jaksel dan Jaktim pada Kamis Sore

BMKG juga mencatat gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di berbagai perairan lain, antara lain Laut Jawa, Laut Flores, Laut Maluku, Samudera Pasifik utara Papua, dan Laut Arafuru.

Masyarakat khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diimbau memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut. Siklon tropis dapat mempengaruhi kondisi perairan melalui peningkatan angin dan gelombang, meskipun pusat siklon tersebut tidak berada di wilayah Indonesia.

BMKG melalui TCWC Jakarta terus memantau perkembangan siklon tropis, termasuk lokasi, pergerakan, dan intensitasnya selama 24 jam. Informasi tersebut diperbarui berdasarkan hasil pemantauan berbagai instrumen meteorologi, termasuk satelit, radar, dan stasiun observasi.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Pengajuan Re-Suket dan Upaya Hukum Luar Biasa: Tim Hukum Gibran Bisa Ambil Perlindungan di Balik Putusan TUN Non-Retroaktif
Gempa M4.0 Berpusat di Laut Barat Laut Karatung, BMKG Sampaikan Data Awal
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WIB

Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena

Kamis, 5 November 2026 - 18:25 WIB

Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan

Berita Terbaru