BMKG menyebut rangkaian gempa bumi di Jawa dan Flores tidak berdampak pada Kalimantan Timur

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RRI.CO.ID, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan rangkaian gempa yang terjadi belakangan ini, seperti di Bogor dan Sukabumi pada Kamis 15 Oktober 2026, serta gempa di Flores, tidak terkait langsung dengan aktivitas sesar di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Balikpapan Andi Azhar Rusdin menjelaskan, gempa bumi di wilayah Jawa dan Flores merupakan proses pelepasan energi yang tidak berhubungan langsung dengan segmen sesar di Kalimantan Timur.

Proses pelepasan energi di wilayah Jawa dan wilayah Flores sebenarnya tidak ada hubungannya dengan segmen di wilayah Kalimantan Timur, kata Andi kepada rri.co.id, Selasa 20 Oktober 2026.

Meski demikian, Andi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena Kalimantan Timur memiliki sejumlah sesar aktif yang berpotensi memicu gempa bumi. Temuan Pusat Kajian Gempa Bumi Nasional tahun 2024 mengidentifikasi beberapa sesar di Kalimantan Timur dan sekitarnya, antara lain sesar Meratus, Loa Haur-Separi, Mangkakerja, Tanjung Selor, dan Kayan.

Salah satu sesar yang teridentifikasi yakni Loa Haur–Separi memiliki panjang sekitar 194 kilometer dan berpotensi memicu gempa hingga magnitudo 7,4.

“Yang patut diwaspadai, Kaltim saat ini banyak ditemukan sesar aktif. Masyarakat perlu meningkatkan literasi, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan menghadapi kemungkinan terburuk bila sesar tersebut melepaskan energi,” ujarnya.

Untuk memantau aktivitas kegempaan, Stasiun Geofisika Balikpapan melakukan pemantauan 24 jam setiap harinya. BMKG juga memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial dan sekolah lapangan gempa, serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Andi juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat juga perlu memahami langkah-langkah penyelamatan diri untuk mengurangi risiko jika terjadi gempa bumi di Kalimantan Timur.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Dua Tahun Demo Prabowo-Gibran, Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Kisruh
Dua Tahun Demo Prabowo-Gibran, Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Kisruh
Update KMP Batu Mandi: Api Masih Berkobar
Ayam goreng merupakan menu favorit MBG untuk siswa SD di Semarang
BMKG Manfaatkan Es Kering untuk Mengurai Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera dan Kalimantan
Direktur LIMA Kesal dengan Relawan Pro Gibran: ‘Sekarang dia mengaku punya ijazah! Kami Benar-benar Lelah’
UPDATE: Mahasiswa Sakit Perut Usai Konsumsi MBG Tiba di RS Siloam, IGD Penuh, Dirujuk ke RST Ciremai
Basarnas Natuna Edukasi Siswa SMK 2 Bunguran Timur, Bekali Keterampilan P3K
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Dua Tahun Demo Prabowo-Gibran, Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Kisruh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Dua Tahun Demo Prabowo-Gibran, Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Kisruh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Update KMP Batu Mandi: Api Masih Berkobar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:15 WIB

BMKG menyebut rangkaian gempa bumi di Jawa dan Flores tidak berdampak pada Kalimantan Timur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Ayam goreng merupakan menu favorit MBG untuk siswa SD di Semarang

Berita Terbaru

Headline

Update KMP Batu Mandi: Api Masih Berkobar

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:35 WIB