NICCSR 2026 di UBAYA Hadirkan Anies Baswedan dan Akademisi Internasional Bahas Krisis Demokrasi

- Redaksi

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA | BD — Tantangan demokrasi, penegakan hak asasi manusia (HAM), dan keadilan sosial menjadi perhatian utama pada Konferensi Internasional Nusantara tentang Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Keadilan Sosial (NICCSR) 2026 yang digelar di kampus Universitas Surabaya (UBAYA), Kamis (5/11/2026).

Konferensi internasional yang diprakarsai oleh Nusantara Center for Strategic Research (NCSR) bekerja sama dengan Pusat Kajian Hak Asasi Manusia Universitas Surabaya (PUSHAM UBAYA) mengangkat tema “Demokrasi dalam Krisis: Menata Ulang Masa Depan Demokrasi di Era Fragmentasi dan Transformasi”.

Forum ini menjadi ruang pertukaran pemikiran akademis untuk menyikapi berbagai persoalan demokrasi, dinamika ketatanegaraan, transformasi politik-ekonomi, serta tantangan perlindungan hak asasi manusia di tingkat nasional dan global.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UBAYA. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan NCSR, PUSHAM UBAYA, dan Rektor Universitas Surabaya yang sekaligus membuka resmi konferensi tersebut.

Rini Widyantini dan Anies Baswedan Sampaikan Ide

Sidang Alamat Utama menghadirkan dua tokoh nasional yakni Rini Widyantini, SH, MPM, dan Anies Baswedan.

Rini Widyantini membawakan materi berjudul “Reformasi Birokrasi, Kapasitas Negara, dan Tata Kelola yang Demokratis”. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya reformasi birokrasi, profesionalisme aparatur, dan akuntabilitas kelembagaan sebagai landasan penguatan tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Menurutnya, kapasitas negara dan kualitas birokrasi berperan penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan efektif dan bertanggung jawab.

Sementara Anies Baswedan menyampaikan materi “Kepemimpinan, Kewarganegaraan, Pembangunan Inklusif, dan Masa Depan Demokrasi”. Ia mengulas hubungan antara kepemimpinan, kewarganegaraan, partisipasi publik dan pembangunan inklusif dalam menghadapi perubahan politik dan sosial ekonomi.

Diskusi ini menempatkan partisipasi warga negara dan prinsip keadilan sebagai bagian penting dalam membangun masa depan demokrasi.

Mempresentasikan Akademisi Nasional dan Internasional

Selain menghadirkan pembicara kunci, NICCSR 2026 juga menghadirkan sejumlah akademisi nasional dan internasional dalam sesinya Pembicara Akademik.

Prof Jamie Davidson membahas tentang dinamika ekonomi politik, oligarki dan konfigurasi kekuasaan di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, Dr. Max Lane mengulas sejarah, transisi politik dan tantangan kemunduran demokrasi di kawasan ini.

Prof Ashok Das menjelaskan hubungan demokrasi dengan kesenjangan sosial ekonomi, termasuk pentingnya tata kelola yang memperhatikan kelompok rentan.

Adapun Dr. Katherine Allison mendalami konsep kewarganegaraan, relasi kekuasaan negara, dan perlindungan hak asasi manusia.

Dari kalangan akademisi nasional, Prof Hesti Armiwulan menyoroti demokrasi konstitusional, pembatasan kekuasaan negara, supremasi hukum, dan akuntabilitas institusi.

Sementara itu Prof Hufron membahas tentang perkembangan demokrasi konstitusional di Indonesia, reformasi hukum, dan pentingnya penerapan prinsip-prinsip checks and balances dalam sistem ketatanegaraan.

Berbagai perspektif tersebut kemudian diperdalam melalui sesi-sesi Dialog & Tanya Jawab yang Dimoderatori. Pada sesi ini, peserta berkesempatan berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber.

Memperkuat Kolaborasi Penelitian dan Demokrasi

Konferensi ditutup dengan presentasi Catatan Penutup oleh perwakilan NICCSR. Sebagai penutup, penyelenggara menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dan kolaborasi penelitian berkelanjutan untuk memperkuat demokrasi konstitusional.

Melalui penyelenggaraan NICCSR 2026, NCSR dan PUSHAM UBAYA memberikan ruang akademik untuk pertukaran gagasan lintas disiplin ilmu dan negara, sekaligus mendorong kajian kritis mengenai masa depan demokrasi, perlindungan hak asasi manusia, dan keadilan sosial.

Panitia menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pembicara, akademisi, civitas akademika UBAYA, dan peserta yang turut serta menyelenggarakan konferensi tersebut. (ed)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Bersikaplah blak-blakan! Pengamat Sarankan Gibran Mundur Agar Serangan Tak Berbalik ke arah Jokowi / said.co.id
Polda DIY Klaim Jaga Warga Tak Terlibat Riuh Demo di Malioboro
Urus Prabowo Subianto, Buruh KSPI Ucapkan Ikrar di Monas
Viral WNI Minta PM Italia Giorgia Meloni Sampaikan Pesan Hutan dan Kehutanan kepada Presiden Prabowo
Koordinator Demonstrasi Boikot Ruben Onsu Minta Maaf, Akui Mobilisasi Massa Berbayar
Update ISPU KLH: Kategori Nol Berbahaya, Puluhan Daerah Masih Tidak Sehat
Virus! 5 Harimau Sumatera Tercatat Minum dari Wadah di Way Kambas
Prabowo Mendadak Panggil Bahlil di Tengah Rumor Terlibat Penyadapan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:05 WIB

Bersikaplah blak-blakan! Pengamat Sarankan Gibran Mundur Agar Serangan Tak Berbalik ke arah Jokowi / said.co.id

Sabtu, 7 November 2026 - 18:45 WIB

NICCSR 2026 di UBAYA Hadirkan Anies Baswedan dan Akademisi Internasional Bahas Krisis Demokrasi

Sabtu, 7 November 2026 - 18:25 WIB

Polda DIY Klaim Jaga Warga Tak Terlibat Riuh Demo di Malioboro

Sabtu, 7 November 2026 - 18:05 WIB

Urus Prabowo Subianto, Buruh KSPI Ucapkan Ikrar di Monas

Sabtu, 7 November 2026 - 17:45 WIB

Viral WNI Minta PM Italia Giorgia Meloni Sampaikan Pesan Hutan dan Kehutanan kepada Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Headline

Urus Prabowo Subianto, Buruh KSPI Ucapkan Ikrar di Monas

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:05 WIB