Viral WNI Minta PM Italia Giorgia Meloni Sampaikan Pesan Hutan dan Kehutanan kepada Presiden Prabowo

- Redaksi

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

WH. Surabaya – Sebuah video pendek yang memperlihatkan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) mengadu kepada Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia viral di media sosial.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @paulinagmaria pada Jumat (6/11/2026). Hingga Sabtu (11/7/2026) sore, video tersebut kembali dibagikan di berbagai akun berita dan media sosial, hingga memicu perdebatan di kalangan netizen.

Dalam video berdurasi sekitar 30 detik itu, PM Italia Giorgia Meloni terlihat berjalan menyapa warga. Seorang perempuan bernama Paulina Grasiela kemudian menghampiri Meloni dan menyampaikan keluh kesahnya dalam bahasa Inggris.

“Giorgia, bisakah Anda memberi tahu presiden saya bahwa hutan kita masih terbakar?” kata Paulina dalam video tersebut.

Meloni yang mendengar keluhan tersebut kemudian bertanya kembali siapa presiden yang dimaksud.

“Yang mana presidenmu?” Meloni bertanya.

“Prabowo, dari Indonesia,” jawab Paulina.

Mendengar jawaban tersebut, Meloni pun lantas membalasnya dengan meletakkan tangannya di dada. Ia menegaskan tidak bisa mengatur tindakan presiden negara lain.

“Aku tidak bisa memberitahunya apa yang harus dia lakukan. Tapi aku tahu dia menjaga negaramu,” kata Meloni.

Paulina menutup pembicaraan singkat itu dengan ucapan terima kasih dan berharap pesannya tersampaikan. Dalam unggahan yang sama, Paulina juga terlihat berfoto bersama Meloni sambil membawa buku berjudul _Io Sono Giorgia Meloni_.

Menuai Pro dan Kontra

Video tersebut langsung menuai beragam reaksi dari netizen Indonesia. Sebagian warganet menilai tindakan Paulina sebagai wujud keberanian warga dalam menyuarakan isu lingkungan. Mereka berpendapat bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan isu global yang tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga perubahan iklim dunia.

Namun sebagian netizen lain menilai tindakan tersebut tidak pantas karena menyampaikan permasalahan dalam negeri kepada pemimpin luar negeri. Mereka menilai hal ini bisa mempermalukan Indonesia di mata internasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma terkait video viral tersebut.

Respon Akademik

Menanggapi viralnya video tersebut, akademisi dan praktisi hukum siber serta jurnalis, Dina Susiani, SH., MH., CPCL menilai apa yang dilakukan Paulina merupakan bentuk diplomasi warga di era digital.

Diplomasi bukan lagi hanya milik duta besar. Warga negara biasa kini bisa menyampaikan aspirasinya langsung kepada kepala negara asing dalam waktu 30 detik, kata Dina saat dihubungi, Sabtu (7/11/2026).

Ia menambahkan, tindakan Paulina tetap dilindungi konstitusi. Pasal 28E ayat 3 UUD 1945 menjamin kebebasan setiap warga negara untuk mengemukakan pendapat, sepanjang tidak mengandung hoax atau ujaran kebencian.

“Pengaduan pembakaran hutan bukan hoax, itu pengaduan yang wajar. Yang perlu dipertanyakan mengapa warga merasa harus mengadu ke luar negeri agar bisa didengar di dalam negeri,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak pada video viral tersebut, melainkan pada substansi persoalan karhutla itu sendiri. Menurutnya, tugas jurnalis adalah memverifikasi data karhutla, bukan mem-bully warga yang bersuara. (Tidak)

Redaktur: Ida

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Polda DIY Klaim Jaga Warga Tak Terlibat Riuh Demo di Malioboro
Urus Prabowo Subianto, Buruh KSPI Ucapkan Ikrar di Monas
Koordinator Demonstrasi Boikot Ruben Onsu Minta Maaf, Akui Mobilisasi Massa Berbayar
Update ISPU KLH: Kategori Nol Berbahaya, Puluhan Daerah Masih Tidak Sehat
Virus! 5 Harimau Sumatera Tercatat Minum dari Wadah di Way Kambas
Prabowo Mendadak Panggil Bahlil di Tengah Rumor Terlibat Penyadapan
Meningkatkan! Inilah Daftar Terbaru 83 Saham HSC
Berpacu Waktu Selamatkan Korban Gempa, Kepala Basarnas Inisiasi Penguatan Tim USAR
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 18:25 WIB

Polda DIY Klaim Jaga Warga Tak Terlibat Riuh Demo di Malioboro

Sabtu, 7 November 2026 - 18:05 WIB

Urus Prabowo Subianto, Buruh KSPI Ucapkan Ikrar di Monas

Sabtu, 7 November 2026 - 17:45 WIB

Viral WNI Minta PM Italia Giorgia Meloni Sampaikan Pesan Hutan dan Kehutanan kepada Presiden Prabowo

Sabtu, 7 November 2026 - 17:25 WIB

Koordinator Demonstrasi Boikot Ruben Onsu Minta Maaf, Akui Mobilisasi Massa Berbayar

Sabtu, 7 November 2026 - 17:05 WIB

Update ISPU KLH: Kategori Nol Berbahaya, Puluhan Daerah Masih Tidak Sehat

Berita Terbaru

Headline

Urus Prabowo Subianto, Buruh KSPI Ucapkan Ikrar di Monas

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:05 WIB