Kabasarnas Angkat Isu Tata Kelola Kompetensi Tim SAR dalam Disertasinya

- Redaksi

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, tvOnenews.com – Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Marsekal TNI Mohammad Syafii menghadiri Sidang Review Naskah Disertasi Program Studi Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jumat (6/11/2026).

Kegiatan ini berlangsung di Aula FISIP Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pada kesempatan tersebut Kabasarnas memaparkan naskah disertasi yang berjudul Model Tata Kelola Strategis Kompetensi Tim SAR Multi-Stakeholder Berdasarkan Pedoman INSARAG di Indonesia.

Disertasi tersebut mengangkat permasalahan strategis mengenai penguatan tata kelola kompetensi Tim Search and Rescue (SAR) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (multi-pemangku kepentingan).

Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), Marsekal TNI Mohammad Syafii (almamater hijau) menghadiri Sidang Review Naskah Disertasi Program Studi Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial UMJ

Penelitian ini berfokus pada pentingnya membangun sinergi, koordinasi dan standarisasi kompetensi antar lembaga dalam mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan di Indonesia.

Penggunaan Pedoman International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) sebagai landasan penelitian merupakan upaya mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme personel SAR agar sesuai standar internasional.

Melalui penelitian ini diharapkan dapat dihasilkan model tata kelola strategis yang mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengoptimalkan kesiapan dan efektivitas pelaksanaan operasi SAR di Indonesia.

Sesi review naskah disertasi ini merupakan bagian dari proses akademik dalam mengembangkan kajian administrasi publik, serta memberikan ruang bagi pengembangan pemikiran strategis mengenai tata kelola pencarian dan penyelamatan.

Bagi Basarnas, penguatan kompetensi sumber daya manusia dan kolaborasi antar pemangku kepentingan merupakan aspek penting dalam mewujudkan operasi pencarian dan pertolongan yang profesional, cepat, terintegrasi dan berstandar internasional. (aliran)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus penyadapan Prabowo membuat Makar, Jokowi, dan Gibran terseret
Jelang Persebaya, Shin Tae-yong pasrah dengan kondisi rumput lapangan JIS saat ini
3 TNI Meninggal Saat Memadamkan Karhutla di Kalteng, Prabowo Ucapkan Belasungkawa
SBY Ucapkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo. Apa yang terjadi?
Ijazah Jokowi Jadi Sorotan di Sidang, UGM Ungkap Sikap Terbarunya
9 Dapur MBG Aceh Singkil Dihentikan, Anak-anak Kehilangan Pelayanan Gizi
Update ISPU KLH: 2 Daerah Berbahaya, 11 Tidak Sehat Termasuk Jakarta
BGN Libatkan Dua Personel KPK untuk Perkuat Pengawasan MBG
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 03:05 WIB

Kasus penyadapan Prabowo membuat Makar, Jokowi, dan Gibran terseret

Sabtu, 7 November 2026 - 02:45 WIB

Jelang Persebaya, Shin Tae-yong pasrah dengan kondisi rumput lapangan JIS saat ini

Sabtu, 7 November 2026 - 02:25 WIB

Kabasarnas Angkat Isu Tata Kelola Kompetensi Tim SAR dalam Disertasinya

Sabtu, 7 November 2026 - 02:05 WIB

3 TNI Meninggal Saat Memadamkan Karhutla di Kalteng, Prabowo Ucapkan Belasungkawa

Sabtu, 7 November 2026 - 01:45 WIB

SBY Ucapkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo. Apa yang terjadi?

Berita Terbaru