RRI.CO.ID, Singkil – Sembilan dari total 17 dapur Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Singkil masih berstatus ditangguhkan atau ditutup sementara hingga 4 November 2026.
Kondisi ini berdampak pada kebutuhan gizi anak penerima manfaat, serta aktivitas perekonomian masyarakat yang terlibat dalam operasional dapur.
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Singkil melalui Kepala Sekretariat Rully Suhaidi mengatakan, berdasarkan data di sistem hingga 4 November 2026, sembilan dapur masih belum beroperasi kembali karena sejumlah kendala yang belum terselesaikan.
“Sampai saat ini, terdapat 9 dapur MBG yang masih berstatus suspensi, dari 17 dapur yang sebelumnya beroperasi,” kata Rully Suhaidi.
Menurut dia, salah satu alasan penghentian sementara tersebut masih berlaku adalah karena belum dicabutnya status penghentian sementara terkait masalah penerimaan manfaat oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, terdapat juga masalah perbaikan internal dan konflik antara mitra dan manajer yang juga mempengaruhi operasional dapur.
Perkembangan ini juga terus kami komunikasikan dengan koordinator wilayah (Korwil), termasuk menanyakan apakah status suspensi bisa segera dicabut, ujarnya.
Kemudian dijelaskannya hingga saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah yang berhubungan langsung dengan BGN. Namun hasil koordinasi tersebut belum memberikan kepastian mengenai waktu pencabutan status suspensi dapur terdampak.
Selain itu, Satgas MBG Aceh Singkil, lanjut Rully, berharap permasalahan ini segera disampaikan kepada pihak terkait agar sembilan dapur yang masih tidak beroperasi dapat kembali beroperasi.
“Karena selain berdampak pada pelayanan gizi, terhentinya operasional dapur juga menimbulkan kerugian ekonomi,” jelas Rully.
Misalnya, pekerja yang tidak bisa melakukan aktivitas di dapur otomatis kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan selama operasional dihentikan.
Kemudian dampak lainnya juga dirasakan oleh mitra dan pemasok kebutuhan pangan. Bahkan, terhentinya pengadaan bahan makanan telah mengganggu aktivitas jual beli dan perputaran perekonomian yang selama ini bergantung pada operasional dapur MBG.
Namun dampak yang paling memprihatinkan adalah anak-anak penerima manfaat. Selama dapur tersebut berstatus ditangguhkan dan tidak beroperasi, maka mereka tidak dapat menerima layanan Makan Bergizi Gratis sebagaimana mestinya.
Satgas MBG Aceh Singkil berharap BGN segera memberikan kepastian penyelesaian permasalahan dan pencabutan status suspensi, sehingga seluruh dapur terdampak dapat kembali beroperasi dan layanan gizi untuk anak dapat berjalan normal.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














