HMI Kota Tangerang Raya Gelar Demo Minta Pelayanan RSUD Kota Tangerang Dievaluasi

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Kota Tangerang Yusuf Alfian Geofanny (memakai kopiah) saat menerima pelajar di Aula Dinas Kesehatan Kota Tangerang (MI/Sumantri Handoyo)(MI/Sumantri Handoyo)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Tangerang Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten, Jumat (6/11) sore. Aksi ini digelar untuk mendesak dilakukannya evaluasi komprehensif terhadap buruknya kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang.

Dikawal ketat puluhan anggota Polres Metro Kota Tangerang dan Satpol PP Kota Tangerang, para mahasiswa tersebut menyuarakan keprihatinan masyarakat terhadap pelayanan RSUD yang dinilai tidak ramah, terutama kepada pasien yang membutuhkan pelayanan cepat.

“Kami terpaksa turun ke jalan, karena selama ini rumah sakit ditutup dan sulit membicarakan pelayanan yang buruk,” kata Ketua HMI Tangerang Raya, Asep Setiawan.

Usai memberikan orasi, perwakilan pengunjuk rasa diterima langsung oleh Direktur Utama RSUD Kota Tangerang Yusuf Alfian Geovanny beserta jajaran dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Dalam pertemuannya, Asep bercerita tentang pelayanan yang buruk, seperti lambatnya pengobatan hingga memicu kekecewaan pasien.

Untuk itu, ia mendesak pengambil kebijakan seperti Dinas Kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang, dan DPRD Kota Tangerang segera mengevaluasinya. “Sebagai lembaga pengawasan dan penentu kebijakan, pemerintah daerah harus turun tangan secara langsung untuk merespons keresahan masyarakat,” tegasnya.

Jika, kata Asep, dalam waktu dekat tidak ada perubahan signifikan dan situasi pelayanan masih buruk, maka permasalahannya akan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi, seperti kementerian dan lainnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Tangerang Yusuf Alfian Geovanny menegaskan, pihaknya akan mencoba melakukan evaluasi terkait layanan tersebut. Bahkan, kritik tersebut pun ia menyambut baik, agar segala kendala yang ada di lapangan mulai dari masalah antrian, pelayanan, hingga fasilitas bisa ditindaklanjuti.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, untuk menangani antrian, pihaknya sebenarnya telah menerapkan inovasi sistem registrasi berbasis digital untuk memangkas alur birokrasi penanganan pasien.

Meski begitu, ia tidak memungkiri bahwa permasalahan teknis pada server berbasis internet terkadang masih menjadi kendala yang menimbulkan permasalahan pada loket pendaftaran, laboratorium, dan bagian kedokteran. Untuk menyiasatinya, kata dia, pihak rumah sakit menerapkan sistem penanganan cepat (manual backup) jika server mengalami kendala.

Terkait persoalan keterbatasan kapasitas ruangan, seperti ruang rawat inap atau ICU yang kerap penuh, Yusuf menjelaskan penanganan pasien tetap berpedoman pada aturan dan standar pelayanan yang berlaku.

Jika kapasitas rumah sakit sudah penuh atau tidak sesuai spesifikasi kasus pasien (seperti memisahkan pasien menular dan tidak menular), maka rumah sakit menerapkan mekanisme Sisrute (Sistem Rujukan Terpadu) untuk merujuk pasien ke fasilitas kesehatan lain di Kota/Kabupaten Tangerang.

(P-4)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Film Tuan Paling Jujur bukanlah film komedi biasa. Anies Baswedan menyoroti adegan pemilu
Prakiraan Cuaca Sumut Sabtu 7 November, BMKG: Sebagian besar wilayah akan diguyur hujan, warga diimbau waspadai petir
Kepala Basarnas Presentasikan Disertasi Model OC-USAR di UMJ
Korwil Lubuklinggau Tinjau SPPG Usai Temukan Ulat di Beras MBG
Oknum Anggota DPRD Diduga Terlibat, Tambang Ilegal di Perbatasan Sumut-Sumbar Viral di Medsos
Mengembangkan Potensi Lokal. PT Timah Dukung Pengembangan Batik Kundur Timah — Batam Hari Ini
BGN tidak meminta pengurangan relawan MBG, namun plafon operasional dapur dibatasi Rp 3.000 per porsi
Prakiraan Cuaca Indonesia Minggu Ini Periode 6 – 12 November 2026: Waspadai Peningkatan Potensi Hujan di Tengah El Niño Sangat Kuat yang Masih Berlangsung – Potensi Hujan Sepekan Depan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:05 WIB

Film Tuan Paling Jujur bukanlah film komedi biasa. Anies Baswedan menyoroti adegan pemilu

Jumat, 6 November 2026 - 22:45 WIB

Prakiraan Cuaca Sumut Sabtu 7 November, BMKG: Sebagian besar wilayah akan diguyur hujan, warga diimbau waspadai petir

Jumat, 6 November 2026 - 22:25 WIB

Kepala Basarnas Presentasikan Disertasi Model OC-USAR di UMJ

Jumat, 6 November 2026 - 22:05 WIB

HMI Kota Tangerang Raya Gelar Demo Minta Pelayanan RSUD Kota Tangerang Dievaluasi

Jumat, 6 November 2026 - 21:45 WIB

Korwil Lubuklinggau Tinjau SPPG Usai Temukan Ulat di Beras MBG

Berita Terbaru

Headline

Kepala Basarnas Presentasikan Disertasi Model OC-USAR di UMJ

Jumat, 6 Nov 2026 - 22:25 WIB