(Siaran Pers) Angga Raka Prabowo: Pemimpin Digital Harus Berani Mengubah Cara Kerja Lama

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Teknologi

Kamis, 05 November 2026

tentang

Angga Raka Prabowo: Pemimpin Digital Harus Berani Mengubah Cara Kerja Lama

Pemimpin digital harus berani mengubah cara kerja lama, mengevaluasi program yang tidak berdampak, dan memastikan setiap anggaran menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Keberhasilan tidak hanya diukur dari tingginya penyerapan anggaran, namun dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyatakan tujuan negara harus menjadi dasar pengambilan keputusan.

Menurutnya, para pemimpin perlu memastikan bahwa pembangunan memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat, termasuk anak-anak di desa untuk memperoleh pendidikan, pelaku usaha kecil untuk mengakses pasar, dan warga negara untuk mendapatkan layanan publik dan melindungi data pribadi.

“Teknologi itu penting, AI itu penting, data dan infrastruktur digital yang dibangun itu penting. Namun itu semua bukanlah tujuan akhir. Pertanyaan yang lebih krusial menurut saya, untuk apa teknologi ini dibangun? Untuk apa BUMN bekerja? ujarnya dalam pembelajaran Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta Barat, Rabu (11/4/2026).

Angga Raka Prabowo mengingatkan peserta untuk tidak terjebak pada pola kerja yang mengutamakan penyerapan anggaran.

Program yang terus diulang tanpa evaluasi berisiko memakan sumber daya dan tidak menyelesaikan permasalahan masyarakat.

Artinya, mohon jangan menjadikan KPI yang sudah tercapai hanya karena ada serapan, tegasnya.

Dia meminta agar setiap program memiliki tujuan, sasaran, dan dampak yang jelas.

“Kegiatan seperti sosialisasi dan literasi digital memang penting, namun program tersebut harus dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Angga Raka Prabowo juga menguraikan tiga ujian bagi pemimpin di era digital, yakni beradaptasi terhadap perubahan, menjaga keamanan, dan membangun kedaulatan digital.

Kemandirian teknologi, menurutnya, harus tumbuh melalui kemampuan dalam negeri tanpa menutup kerja sama internasional.

“Kita mandiri, bukan berarti anti asing. Kemerdekaan disini maksudnya kita juga harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan, bahkan memiliki dan membangun diri sendiri,” ujarnya.

Menurut Angga, program pemerintah harus saling berhubungan agar investasi teknologi benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dia mencontohkan penyediaan layar pintar di sekolah yang harus diikuti dengan pengecekan ketersediaan internet.

“Berpikirlah secara holistik, jangan berpikir secara sektoral. Karena semua yang ada dalam program ini saling berkaitan,” ujarnya.

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo mengajak para calon pemimpin untuk terbuka terhadap masukan, memahami permasalahan dari berbagai lapisan organisasi, dan tidak pernah berhenti belajar.

“Kita harus mengetahui permasalahan, menghadapi permasalahan, dan memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut,” ujarnya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Cuaca panas Surabaya masih dikeluhkan, BMKG Jatim menyebut masa transisi
Demonstrasi Besar-besaran Kembali Guncang Prancis, 448 Orang Ditangkap dan 53 Polisi Terluka : Okezone News
Watermarknya Aneh dan Tanpa Cetakan Timbul, “Ijazah Jokowi” Tak Berani Diuji Labfor
Pemkab Mimika Libatkan Stakeholder Susun Arah Pembangunan Kokonao
POLYTRON Memperkenalkan Inovasi Terbaru Pembicara PHS 8PF1 di JIAVS 2026
Anggaran Terbatas, Pengawasan Dapur MBG di Aceh Singkil Belum Optimal
AMS Demo Kejati Sampang, Soroti Korupsi di Proyek SMP dan BLUD
Mahfud MD mengatakan penyadapan yang dilakukan Prabowo bukan kasus biasa, melainkan bentuk pengkhianatan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Cuaca panas Surabaya masih dikeluhkan, BMKG Jatim menyebut masa transisi

Jumat, 6 November 2026 - 15:25 WIB

Demonstrasi Besar-besaran Kembali Guncang Prancis, 448 Orang Ditangkap dan 53 Polisi Terluka : Okezone News

Jumat, 6 November 2026 - 15:05 WIB

Watermarknya Aneh dan Tanpa Cetakan Timbul, “Ijazah Jokowi” Tak Berani Diuji Labfor

Jumat, 6 November 2026 - 14:45 WIB

Pemkab Mimika Libatkan Stakeholder Susun Arah Pembangunan Kokonao

Jumat, 6 November 2026 - 14:25 WIB

POLYTRON Memperkenalkan Inovasi Terbaru Pembicara PHS 8PF1 di JIAVS 2026

Berita Terbaru