Basarnas Kendari Latih Narapidana dan Petugas Lapas Wanita dalam Simulasi – Evakuasi Bencana

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HALUANRAKYAT.com, KENDARI – Sebanyak 40 warga binaan dan 30 petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas III Kendari mengikuti pelatihan simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, Kamis (29/10/2026).

Wahyudi, Humas KPP Kendari, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan keadaan darurat di lingkungan pemasyarakatan, terutama memastikan proses penyelamatan warga binaan dapat dilakukan dengan cepat, aman dan terkoordinasi.

Berbeda dengan lingkungan masyarakat pada umumnya, proses evakuasi di lembaga pemasyarakatan mempunyai tantangan tersendiri karena harus memperhatikan keselamatan seluruh warga dengan tetap menjaga aspek keamanan dan ketertiban, ujarnya.

Kepala Lapas Wanita Kelas III Kendari, Agustina mengatakan, kesiapsiagaan bencana merupakan kebutuhan penting bagi seluruh petugas dan warga binaan.

Menurutnya, penanganan keadaan darurat memerlukan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat, memahami prosedur keselamatan, dan koordinasi yang baik antar personel.

“Dalam situasi darurat, setiap detik sangat berharga. Ketepatan dalam mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, dan pemahaman prosedur penyelamatan dapat menjadi faktor penentu penyelamatan nyawa manusia,” kata Agustina.

Ia menjelaskan, kerja sama dengan Basarnas Kendari memberikan kesempatan kepada petugas dan warga binaan untuk mendapatkan pengetahuan praktis mengenai teknik penyelamatan dan prosedur evakuasi darurat.

Materi yang diberikan meliputi penanganan awal terhadap korban, penggunaan peralatan keselamatan, serta mekanisme koordinasi petugas ketika menghadapi situasi yang memerlukan tindakan penyelamatan.

Selain itu, warga binaan juga diberikan pemahaman bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya, mengetahui jalur evakuasi dan tempat berkumpul, serta tertib mengikuti arahan petugas ketika terjadi keadaan darurat.

Basarnas: Bencana Tidak Mengenal Tempat dan Golongan

Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya KPP Kendari, Asmar mengatakan, pelatihan penyelamatan warga binaan merupakan pengalaman baru bagi jajarannya.

Menurutnya, pengetahuan dasar pencarian dan penyelamatan atau Pencarian dan Penyelamatan (SAR) penting untuk diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk penghuni lembaga pemasyarakatan.

Asmar menegaskan, bencana atau musibah bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa membedakan latar belakang seseorang.

Oleh karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat.

Ia juga berharap para peserta mampu memahami prinsip dasar penyelamatan sehingga dapat mengambil langkah awal yang tepat sebelum bantuan selanjutnya datang.

Evaluasi Jalur Evakuasi dan Prosedur Keselamatan

Selain memberikan keterampilan penyelamatan, simulasi tersebut merupakan bagian dari upaya evaluasi kesiapan sistem tanggap darurat di Lapas Wanita Kendari.

Evaluasi tersebut meliputi tata cara penanggulangan bencana, kesiapan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, dan koordinasi antar personel dalam mengarahkan warga binaan ke lokasi aman.

Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir risiko kepanikan dan memastikan proses evakuasi dapat berlangsung tertib tanpa mengabaikan aspek keamanan lembaga pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, Basarnas Kendari menerjunkan lima orang instruktur untuk memberikan pelatihan kepada 70 peserta yang terdiri dari 30 pegawai Lapas dan 40 warga binaan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat struktural di Lapas Wanita Kelas III Kendari.

Melalui pelatihan ini, pihak Lapas Wanita Kendari bersama Basarnas berharap seluruh petugas dan warga binaan semakin memahami langkah penyelamatan diri dan prosedur penanganan darurat.

Kerjasama lintas instansi ini juga diharapkan mampu membangun budaya sadar bencana di lingkungan pemasyarakatan, sehingga keselamatan warga binaan dan petugas dapat lebih terjamin ketika menghadapi situasi darurat.

Laporan: ASL

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

BGN Menghemat Anggaran Program MBG Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Iman dan dbatlayar Berkolaborasi Lewat Single Terbaru “Kupu-Kupu”
120 Miliar Dikira Akan Dicairkan, Ketua DPRD NTB: Kami ikhlas
Kuasa Hukum Gibran Tunjukkan Gelar SD hingga Sarjana di Sidang PTUN, Tapi Tak Ada Ijazah SMA
Prakiraan Cuaca Muko Muko Hari Ini 30 Oktober 2026: Udara Berkabut, Suhu 22-30 °C
Bandara Pattimura Raih Penghargaan CSR dari Pemerintah Kota Ambon
Siapakah Dokter Ayu Bopha Devi yang Viral Usai Tuduh BEM UI Ingin Penjarahan?
Prabowo Berikan Bonus Rp 158,3 Miliar kepada Atlet Peraih Medali Asian Games
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

BGN Menghemat Anggaran Program MBG Rp 44 Triliun dalam 100 Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Iman dan dbatlayar Berkolaborasi Lewat Single Terbaru “Kupu-Kupu”

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:00 WIB

120 Miliar Dikira Akan Dicairkan, Ketua DPRD NTB: Kami ikhlas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Kuasa Hukum Gibran Tunjukkan Gelar SD hingga Sarjana di Sidang PTUN, Tapi Tak Ada Ijazah SMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:20 WIB

Basarnas Kendari Latih Narapidana dan Petugas Lapas Wanita dalam Simulasi – Evakuasi Bencana

Berita Terbaru

Headline

120 Miliar Dikira Akan Dicairkan, Ketua DPRD NTB: Kami ikhlas

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:00 WIB