JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri menyerap aspirasi warga Kecamatan Alalak Utara, Sabtu (24/10). Dalam kegiatan tersebut, warga mengutarakan berbagai isu lingkungan hidup dan juga mengusulkan penggunaan bahan pangan lokal untuk menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Namun salah satu aspirasi yang menarik perhatian Rikval adalah usulan penggunaan bahan pangan lokal pada menu MBG.
Ia mengatakan, warga menyarankan agar program MBG menyajikan makanan khas daerah, seperti ikan haruan, ikan papuyu, dan ikan sapat. Menurutnya, pemanfaatan ikan lokal bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan potensi pangan daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner masyarakat Banjar.
Rikval menegaskan, pihaknya akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak terkait dalam pelaksanaan program MBG. Ia berharap usulan ini dapat menjadi pertimbangan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyiapkan menu makanan bagi penerima manfaat.
“Masukan mengenai menu MBG dengan lauk ikan lokal sangat penting karena berkaitan dengan kearifan lokal. Aspirasi warga akan kami teruskan ke MBG agar bisa direkomendasikan ke SPPG,” jelasnya.
Ia berharap program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dapat memanfaatkan potensi pangan lokal dan mendukung keberadaan pangan produksi daerah.
Selain itu, kata Rikval, warga juga menyampaikan sejumlah kebutuhan, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, drainase, hingga penataan kabel yang semrawut di kawasan Alalak Utara.
Menurutnya, penataan kabel perlu diperhatikan agar lingkungan terlihat lebih rapi, teratur, dan estetis. Pasalnya, kondisi jalan yang baik akan terasa kurang maksimal jika masih terganggu oleh kabel-kabel yang tidak tertata.
Warga meminta agar kabel-kabel yang berantakan itu diperbaiki dan ditata ulang agar lingkungan terlihat lebih rapi dan enak dipandang, katanya.
Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan masukan terkait pengelolaan sampah dan mitigasi bencana saat musim hujan.
Mereka berharap pemerintah mengantisipasi potensi genangan dan banjir, terutama setelah musim kemarau, dengan memperhatikan kondisi sungai dan dampak dari kegiatan penimbunan kembali.
Dengan begitu, aspirasi warga Alalak Utara tidak hanya terfokus pada perbaikan lingkungan saja, namun juga mendorong terlaksananya program pemerintah yang lebih dekat dengan potensi dan kearifan lokal masyarakat setempat. (saa/jb)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














