PSI Tanggapi Jokowi Terkait Operasi Politik dan Penumpang Ilegal dalam Polemik Ijazah Gibran

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) Faldo Maldini menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi menyebut ada operasi politik dan penyelundup di balik kontroversi ijazah putranya.

Memang Pak Jokowi adalah orang yang sangat berpengalaman dalam politik dan jarang bicara sembarangan, kata Faldo dalam dialog tersebut. Kompas Sore KompasTV, Selasa (20/10/2026).

Ia kemudian mengatakan, dirinya pernah bersama Jokowi pada era pemerintahan sebelumnya dan saat itu tidak pernah menanggapi soal ijazah.

“Maksudnya apa? Saat itu isu ini belum ada, bahkan bisa dibilang tidak penting. Ini isu yang baru-baru ini diangkat,” ujarnya.

Baca Juga: Khozinudin Bantah Rusak Reputasi Jokowi-Gibran: Mereka Diturunkan karena Masalah

Politisi PSI itu mengatakan, isu ijazah yang diangkat bertujuan untuk menurunkan kredibilitas Jokowi dan keluarga.

Oleh karena itu, Faldo menyebut polemik ijazah Gibran merupakan isu lama dengan tujuan baru.

“Ini isu yang belakangan ini mengemuka dan kami kira (pernyataan) itu disampaikan Pak Jokowi berdasarkan pengalaman panjangnya sebagai politikus,” ujarnya.

Terkait pihak-pihak yang melatarbelakangi “operasi politik” di balik polemik ijazah Gibran, Faldo menyatakan tak akan menyebut nama secara spesifik.

Meski demikian, ia mengaku yakin masyarakat bisa melihat siapa saja pihak-pihak yang terus menjadikan isu ijazah Gibran menjadi topik besar.

“Tentu saja kita berdua bisa menjadi cukup cerdas. Orang-orang yang menonton hari ini tahu siapa orang-orang ini,” katanya.

Baca juga: Alasan Khozinudin Minta Bareskrim Periksa Jokowi dan Gibran Terkait Skema Pemerataan Pendidikan

Kata Jokowi, ada penumpang gelap

Jokowi menyebut ada operasi politik dan partai yang disebutnya sebagai penumpang gelap yang ikut berpolemik soal ijazah Gibran hingga ramai di ruang publik.

“Saya sudah bilang dari awal, ini operasi politik, lalu ada penumpang gelap yang masuk lagi. Jadi ramai sekali. Tapi, ya buat saya biasa saja,” ujarnya di Solo, Jumat (16/10/2026).

Lebih lanjut, Jokowi menyebut operasi politik di balik polemik ijazah putra pertamanya bertujuan untuk menurunkan reputasi politik baik Gibran maupun dirinya.

Unduh Aplikasi KompasTV di TV Anda, kini dalam satu aplikasi untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, ASI: Kepercayaan Masyarakat 61,4 persen
Aliansi Cipayung Plus Demo di DPRD Jambi, Desak Transparansi Dana Hutan dan Kebakaran Rp 30 Miliar
Virus! Greenpeace Memanjat Patung Bundaran HI
Pernyataan Trump Tidak Menyelamatkan Netanyahu
Prakiraan Cuaca Indonesia Minggu Ini Periode 20 – 26 Oktober 2026: Cuaca Panas dan Kemarau Masih Berlanjut, Peluang Hujan Masih Ada di Sejumlah Daerah – Potensi Hujan Seminggu Depan
Update Demo 20 Oktober 2026 di Jakarta: Tuntutan Mahasiswa dan Situasi Terkini Malam Ini
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Minta Kepastian Bertemu SF Hariyanto
Menari Kebaya dan Anne Avantie Membawa Pesan Perdamaian ke Praha
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:35 WIB

2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, ASI: Kepercayaan Masyarakat 61,4 persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:15 WIB

Aliansi Cipayung Plus Demo di DPRD Jambi, Desak Transparansi Dana Hutan dan Kebakaran Rp 30 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Virus! Greenpeace Memanjat Patung Bundaran HI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Pernyataan Trump Tidak Menyelamatkan Netanyahu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Prakiraan Cuaca Indonesia Minggu Ini Periode 20 – 26 Oktober 2026: Cuaca Panas dan Kemarau Masih Berlanjut, Peluang Hujan Masih Ada di Sejumlah Daerah – Potensi Hujan Seminggu Depan

Berita Terbaru

Headline

Virus! Greenpeace Memanjat Patung Bundaran HI

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:55 WIB

Headline

Pernyataan Trump Tidak Menyelamatkan Netanyahu

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:35 WIB