BGN Percepat Aktivasi Dapur MBG di Daerah 3T, Insentif Diubah Jadi Rp 2.000 per Porsi

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


BGN akselerasi pengaktifan dapur makan gratis di pelosok.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat pengaktifan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di seluruh daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk memperluas jangkauan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini merupakan arahan langsung Presiden yang dilaksanakan secara bertahap di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasanmengungkapkan, pada tahap pertama, pihaknya telah menyelesaikan 480 SPPG di Indonesia Timur. Tahap pertama, kami telah menyelesaikan 480 SPPG di Indonesia Timur yang mencakup enam provinsi di Papua, serta Nusa Tenggara Timur dan Maluku, kata Zulkifli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, aktivasi tahap kedua telah dimulai pada 14 Oktober dengan target 980 SPPG baru yang mencakup wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Zulkifli menegaskan, seluruh proses pengajuan pendirian SPPG harus dilakukan langsung ke BGN tanpa melalui perantara.

Skema Insentif yang Direvisi

Pemerintah sedang merevisi skema insentif untuk setiap dapur MBG. Sebelumnya, insentif diberikan dengan nilai tetap sebesar Rp 6 juta per hari berapapun jumlah outputnya. Kini skema tersebut diubah menjadi: Rp 2.000 per porsi makanan yang dibagikan.

Menurut Zulkifli, skema insentif tetap yang diterapkan sebelumnya berisiko membebani anggaran, terutama bagi dapur MBG yang melayani penerima manfaat dalam jumlah lebih sedikit. Ia merinci, total alokasi anggaran MBG adalah: Rp 15.000 per porsiRp2.000 dialokasikan untuk insentif investor, Rp3.000 untuk biaya operasional, dan Rp10.000 untuk bahan baku pangan.

“Pada skema lama, SPPG yang melayani 1.000 porsi menanggung beban insentif efektif sebesar Rp6.000 per porsi. Skema ini dinilai berpotensi mengurangi alokasi untuk kebutuhan lain,” jelasnya.

Selain penyesuaian insentif, BGN juga membenarkannya 26.385 unit SPPG telah memenuhi persyaratan operasional, termasuk memiliki sertifikat higiene dan sanitasi.

Konten ini diproses dengan bantuan AI.


sumber: antara



Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Viral Pengamen Diduga Paksa Penumpang Isi Amplop dengan Uang di Angkutan Umum Bogor yang Disita Polisi
Dua Tahun Prabowo-Gibran: 106,3 Juta Orang Diperiksa Gratis, Biayanya Siapa yang Tanggung?
Pilpres 2029 Potensi Prabowo-Puan vs AHY-Anies
Budi D.Ginting, #RepublikFabeliano, “SUMMIT NOL KARHUTLA, DAPATKAN BONUS Rp 70 MILIAR!”
Massa Aksi Gabungan Mahasiswa Demonstrasi Dua Tahunan Prabowo-Gibran Hari Ini
Ganjar Pranowo menceritakan kondisi terkini Tukul Arwana yang dikunjungi saat ulang tahunnya
Dekat dengan masyarakat, Posko Lookeu Yonarhanud 14/PWY menyediakan pemeriksaan tekanan darah bagi warga
Tank Israel Maju di Suriah Selatan, Daratan Hancur
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:55 WIB

Viral Pengamen Diduga Paksa Penumpang Isi Amplop dengan Uang di Angkutan Umum Bogor yang Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: 106,3 Juta Orang Diperiksa Gratis, Biayanya Siapa yang Tanggung?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Pilpres 2029 Potensi Prabowo-Puan vs AHY-Anies

Selasa, 20 Oktober 2026 - 04:55 WIB

BGN Percepat Aktivasi Dapur MBG di Daerah 3T, Insentif Diubah Jadi Rp 2.000 per Porsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 04:35 WIB

Budi D.Ginting, #RepublikFabeliano, “SUMMIT NOL KARHUTLA, DAPATKAN BONUS Rp 70 MILIAR!”

Berita Terbaru

Headline

Pilpres 2029 Potensi Prabowo-Puan vs AHY-Anies

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:15 WIB