Gibran Buru Simpati, Dari Karo ke Batang Polanya Sama: Minta Maaf, Ambil Foto, Larang Siswa Makan MBG, Pulang!

- Redaksi

Kamis, 1 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, mengkritik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang belakangan ini kerap menjenguk sejumlah korban keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Guntur Romli, Gibran sempat mencari simpati saat mulai terdesak akibat berbagai persoalan, salah satunya gugatan terkait proses pencalonannya di Mahkamah Konstitusi (MK) yang dinilai cacat prosedur.

Baca Juga: Jokowi Dikucilkan dan Ditinggalkan Prabowo: Kenapa Menyerang Ganda? Untukku Juga, untuk Anak-Anakku Juga!

Dari beberapa kunjungan yang dilakukan Gibran, Guntur Romli menangkap pola yang sama, Gibran datang meminta maaf kepada korban sembari diabadikan timnya lalu viral di media sosial.

“Bolanya dilempar, direkam kamera, dicari simpati. Dari Karo sampai Batang polanya sama. Ayo minta maaf, ambil foto, pulang. Korban selanjutnya tinggal menunggu giliran,” kata Guntur Romli seperti diberitakan Olenka.id Kamis (1/9/2026).

“Ini bukan kepemimpinan, ini manajemen pencitraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ada anak-anak yang keracunan, tidak butuh wakil presiden yang pandai berempati di depan kamera. Mereka butuh negara yang menjamin piring di depannya tidak diracuni. Kalau MBG tidak bisa diperbaiki, berhentilah jadikan penderitaan korban sebagai panggung pencitraan Anda,” imbuhnya.

Dalam kunjungannya dari Karo, Sumsel ke Batang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu, Gibran meminta maaf atas nama pemerintah atas kasus keracunan jemaah. Tak hanya itu, Gibran juga meminta para pelajar untuk membawa perbekalan sendiri dari rumah, atau dengan kata lain ia meminta para korban untuk sementara tidak memakan MBG.

“Didiskualifikasi di MK: Gibran rajin cari simpati. Suruh korban MBG bawa bekal dari rumah, program pemerintah sendiri dibuang?” Datang ke rumah sakit, minta maaf, lalu tinggalkan pesan: anak-anak bawa bekal saja dari rumah…” kata Guntur Romli.

Pernyataan Gibran yang meminta mahasiswa membawa perbekalan sendiri menunjukkan pemerintah saat ini malah tidak percaya diri dengan programnya sendiri.

“Wapres yang harusnya membidangi koreksi, justru menyuruh masyarakat menyelamatkan diri. Kalau pasokan dari rumah lebih aman, kenapa triliunan rupiah digelontorkan ke dapur SPPG?” dia menyimpulkan.

Sebelumnya, Gibran menjenguk sejumlah siswa SD yang diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG di Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran berdialog dengan pasien, orang tua, dan pihak sekolah. Ia pun meminta agar proses penyidikan dugaan keracunan segera diselesaikan dan hasilnya disampaikan secara terbuka kepada keluarga korban.

Dalam salah satu perbincangan dengan siswa korban, Gibran meminta sang anak kembali bersekolah setelah kondisinya membaik. Ia kemudian menyarankan agar anak-anak membawa bekal dari rumah dan untuk sementara tidak mengonsumsi menu MBG.

“Hari ini kamu pulang, besok sekolah. Bawa bekal dari rumah, jangan makan MBG,” kata Gibran dalam video yang beredar.

Gibran juga menjenguk sejumlah korban dugaan keracunan MBG yang menjalani perawatan di RS Efarina, Tanah Karo, Sumut, Jumat (11/9/2026).

Saat menemui pasien dan keluarga korban, Gibran berpesan kepada para orang tua untuk menyiapkan bekal makanan dari rumah selama sang anak masih dalam masa pemulihan.

“Jangan memaksakan diri masuk sebelum benar-benar fit ya pak. Dan saya titip anak-anak mungkin membawa bekal dari rumah. Bawa bekal yang dimasak oleh ibu masing-masing,” kata Gibran.

Baca juga: Perbedaan Pandangan Prabowo-Gibran Soal MBG Mulai Terlihat, Benarkah Kemitraan Terpecah?

Dalam kesempatan itu, Gibran juga meminta maaf atas nama pemerintah dan memastikan negara bertanggung jawab terhadap para pelajar yang terdampak.

“Atas nama pemerintah, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Gandeng Kantor Pertanahan, Pemko Payakumbuh Bidik Potensi PAD
Update Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026, Berikut Tarif Lengkap Pertalite, Pertamax, Solar dan Dex
Pakar HTN di Sidang Gibran: Diskualifikasi Masih Relevan
Update Timnas Indonesia vs Bangladesh: John Herdman membuka peluang memainkan Egy Maulana Vikri dan Hannan
Jadwal pertandingan dan saluran siaran terbaru Vietnam vs Pakistan: Slot waktu yang sangat baik, diharapkan menang besar.
Daftar 17 Daerah Berpotensi Hujan Hari Ini
iQOO Rilis HP Gaming Unggulan, iQOO 16 Ditenagai Chipset Terbaru Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6
Bivitri Susanti Sebut Gibran Tak Bisa Dimakzulkan Lewat Perkara Syarat Calon Calon di Mahkamah Konstitusi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Gandeng Kantor Pertanahan, Pemko Payakumbuh Bidik Potensi PAD

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Update Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026, Berikut Tarif Lengkap Pertalite, Pertamax, Solar dan Dex

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Gibran Buru Simpati, Dari Karo ke Batang Polanya Sama: Minta Maaf, Ambil Foto, Larang Siswa Makan MBG, Pulang!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Pakar HTN di Sidang Gibran: Diskualifikasi Masih Relevan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Update Timnas Indonesia vs Bangladesh: John Herdman membuka peluang memainkan Egy Maulana Vikri dan Hannan

Berita Terbaru

Headline

Pakar HTN di Sidang Gibran: Diskualifikasi Masih Relevan

Kamis, 1 Okt 2026 - 07:51 WIB