BMKG Ungkap Cuaca 28 September 2026: Daerah Ini Berpotensi Hujan dan Angin Kencang

- Redaksi

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Aktualita.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca pada Senin, 28 September 2026. Meski kondisi kemarau masih mendominasi wilayah Indonesia, hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi secara lokal.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG periode 28 September hingga 1 Oktober 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan cerah berawan hingga hujan ringan. Namun sejumlah provinsi berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan.

Informasi aktual

Kenyataan Hari Ini



Cuaca Hari Ini · Bengkulu26°CTerang

Data diperbarui secara otomatis. Pilih kartu untuk melihat detail dan sumber.

Area yang harus diwaspadai hujan dengan intensitas sedang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua, dan Papua Selatan.

Sedangkan BMKG mencantumkan Pegunungan Sumbar dan Papua masuk kategori Waspada mengenai potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 28 September–1 Oktober 2026.

Potensi angin kencang juga perlu mendapat perhatian. kata BMKG Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang.

Peringatan Cuaca Dini Aktif Pagi Ini

Selain prakiraan beberapa hari ke depan, BMKG juga menerbitkan peringatan dini berdasarkan siaran sekarang pada hari Senin pagi.

Hingga terpantau pada pagi hari tanggal 28 September 2026, peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih aktif di wilayah tersebut. Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.

Untuk Kalimantan Tengah, peringatan tersebut berlaku mulai pukul 03.10 hingga 06.00 WIB. Di Sumsel, peringatan tersebut berlaku mulai pukul 03.30 hingga 05.30 WIB. Sedangkan Sulawesi Barat mendapat teguran hingga pukul 07.00 WITA dan Sulawesi Tengah hingga pukul 06.00 WITA.

Peringatan dini ini bersifat informasi siaran sekarangyaitu prakiraan cuaca ekstrim untuk jangka waktu yang sangat pendek, umumnya berkisar antara 0–6 jam. Karena sifat cuaca yang dapat berubah dengan cepat, daftar wilayah yang mendapat peringatan dini dapat diperbarui oleh BMKG sepanjang hari.

Mengapa Musim Kemarau Masih Hujan?

BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer Indonesia saat ini sebenarnya masih tergolong kering. Hasil pantauan Hari Tanpa Hujan hingga Dasarian II September menunjukkan kemarau panjang masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama Jawa bagian tengah hingga bagian timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, serta beberapa wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Meski demikian, kondisi kemarau bukan berarti peluang turunnya hujan hilang sama sekali.

Sejumlah dinamika atmosfer regional masih mendukung terbentuknya awan hujan. Salah satunya adalah aktivitas Gelombang Khatulistiwa Rossbyditambah suhu permukaan laut yang relatif hangat di sejumlah perairan serta terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin.

Interaksi ini dapat meningkatkan pasokan uap air dan membantu mengangkat massa udara, yang kemudian mendukung tumbuhnya awan konvektif.

BMKG juga mencatat, ketidakstabilan atmosfer cukup kuat terjadi di sebagian wilayah Sumatera bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan sebagian Papua. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya awan hujan ketika tersedia kelembaban yang cukup.

El Niño Masih Sangat Kuat

Di sisi lain, kondisi iklim global masih terlihat Kategori El Niño sangat kuat. BMKG mencatat nilai indeks Niño 3,4 berada pada kisaran +2,53 dengan Indeks Osilasi Selatan atau SOI sebesar -19,3.

Fenomena ini secara umum cenderung mengurangi aktivitas pembentukan awan hujan di Indonesia.

BMKG memperkirakan curah hujan pada akhir September hingga awal Oktober 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori rendah hingga sedang, sekitar 0–150 milimeter per alas.

Curah hujan rendah khususnya diperkirakan mendominasi sebagian wilayah Sumatera tengah hingga selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian Papua.

Kondisi ini membuat cuaca di Indonesia pada akhir September cukup kontras. Sejumlah wilayah mengalami udara panas dan kering, namun wilayah lainnya masih berpotensi mengalami hujan lokal, petir, bahkan angin kencang.

Pegunungan di Sumbar dan Papua Perlu Waspada

Dari prakiraan BMKG periode mulai 28 September, perhatian khusus tertuju pada Sumbar dan Papua Pegunungan karena masuk kategori Waspadai hujan deras hingga sangat deras.

Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya genangan, banjir lokal, dan longsoran material, terutama di daerah lereng atau daerah yang sistem drainasenya terbatas.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor juga perlu mewaspadai perubahan kondisi lingkungan seperti munculnya retakan pada tanah, debit air yang meningkat secara tiba-tiba, dan curah hujan yang tinggi dalam jangka waktu yang lama.

Sementara di Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan, perhatian utama tertuju pada potensi angin kencang. Pohon-pohon besar, baliho, atap bangunan ringan, hingga aktivitas pelayaran perlu diwaspadai saat kecepatan angin meningkat.

BMKG Ingatkan Risiko Panas dan Kebakaran Hutan dan Lahan

Tak hanya hujan dan angin kencang, BMKG juga mewanti-wanti dampak kondisi udara panas dan kering.

Pada periode 20–23 September 2026, BMKG mencatat suhu maksimum lebih dari 37 derajat Celsius di sejumlah daerah antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, dan Sulawesi Tenggara.

Cuaca panas dengan kelembapan rendah dapat mempercepat penguapan, meningkatkan risiko dehidrasi, serta meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memenuhi kebutuhan cairan saat beraktivitas di luar ruangan dan menghindari pembakaran sampah atau pembukaan lahan dengan api.

BMKG juga meminta masyarakat memperhatikan informasi cuaca terkini karena peringatan dini dapat berubah dalam hitungan jam.

Khusus bagi masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang, perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya genangan, pohon tumbang, sambaran petir, dan gangguan perjalanan.

Informasi cuaca tingkat kabupaten, kecamatan, dan peringatan dini jangka pendek kemungkinan akan terus berubah mengikuti perkembangan atmosfer pada Senin, 28 September 2026.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jokowi Ungkap Alasan Baru Pamer KTA PSI
Bareskrim Polri Selidiki Kasus Kecelakaan Kerja Pekerja MBG di Langkat
Petualangan Beruang Super: 5 Area Rahasia Tersembunyi di Update 13.0.5 yang Belum Terungkap
Minecraft: Bocoran Dimensi Sift Terbaru, Resmi Rilis Tahun 2027!
PPP Siapkan P3MUDA Jadi Ujung Tombak Pemilu 2029 — Batam Hari Ini
Jokowi Pamer KTA PSI di Depan Kader Bandung, Ini Isi Kartunya — BaliNews.id
Bupati Sidoarjo Tinjau RTLH dan Serahkan Kursi Roda di Buduran
Jokowi ‘Lepaskan’ Gibran: Masalah Ijazahnya Digugat, Itu Urusannya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 05:51 WIB

Jokowi Ungkap Alasan Baru Pamer KTA PSI

Senin, 28 September 2026 - 05:34 WIB

Bareskrim Polri Selidiki Kasus Kecelakaan Kerja Pekerja MBG di Langkat

Senin, 28 September 2026 - 05:17 WIB

Petualangan Beruang Super: 5 Area Rahasia Tersembunyi di Update 13.0.5 yang Belum Terungkap

Senin, 28 September 2026 - 04:51 WIB

Minecraft: Bocoran Dimensi Sift Terbaru, Resmi Rilis Tahun 2027!

Senin, 28 September 2026 - 04:34 WIB

PPP Siapkan P3MUDA Jadi Ujung Tombak Pemilu 2029 — Batam Hari Ini

Berita Terbaru

Headline

Jokowi Ungkap Alasan Baru Pamer KTA PSI

Senin, 28 Sep 2026 - 05:51 WIB