BALINEWS – Kita mungkin pernah mendengar berita membingungkan ini setahun terakhir. Benarkah Jokowi Gabung PSI? Sabtu (26/9), di hadapan kader PSI Kota Bandung, jawaban akhirnya datang langsung dari tangannya sendiri. Dia mengeluarkan kartu anggota dari sakunya dan menunjukkannya ke seluruh ruangan.
“Ini untuk saya ketahui oleh seluruh jajaran pengurus PSI mulai dari DPP, DPW, DPD, DPC, DPRT agar semua orang tahu bahwa saya tergabung dalam keluarga besar PSI,” kata Jokowi disambut riuh kader yang hadir, seperti terlihat di laman Instagram resmi PSI, Minggu (27/9/2026).
Menurut dia, status tersebut berlaku sejak 14 Oktober 2025. Baru dibuka sekarang karena, kata dia sendiri, masih banyak masyarakat yang tidak percaya.
“Sudah tanggal 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu banyak yang tidak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggotanya,” imbuhnya.
Ruangan itu segera menjadi sibuk. Kader PSI serentak berteriak “Jokowi, Jokowi, Jokowi” dan “Hidup Jokowi”, sebelum Jokowi kembali mengangkat kartunya, kali ini lebih tinggi, seolah tak ingin meninggalkan keraguan sedikit pun.
“Masih belum jelas? Masih belum jelas? Ini saya tunjukkan,” ujarnya.
Yang membuat momen kali ini terasa berbeda dari sekedar klarifikasi biasa, Jokowi bahkan membacakan sendiri detail di kartu tersebut, termasuk nomor anggotanya, sambil menyisipkan komentar ringan yang membuat peserta tertawa.
Oke, sekarang saya baca di sini, di situ tertulis nama nomor anggota Joko Widowo, saya baca S337220257777777. Entah kenapa yang nomor tujuh banyak sekali, katanya.
Ia menutup momen tersebut dengan kalimat yang terdengar tegas atas segala spekulasi selama ini.
Jadi semuanya jelas, jangan sampai ada yang meragukan saya bagian dari keluarga PSI, tambahnya.
Yang menarik untuk kita cermati, bergabungnya Jokowi terjadi di partai yang kini dipimpin oleh putranya sendiri, Kaesang Pangarep. Bergabungnya ayah dan anak dalam satu partai bukanlah hal baru dalam politik Indonesia, namun cara pengumumannya melalui pembacaan nomor kartu di depan kader jelas bukan cara yang biasa kita lihat.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Jokowi anggota PSI. Namun peran apa yang akan ia mainkan ke depan di partai berlambang mawar itu, dan bagaimana hal itu akan mengubah peta politik di tahun-tahun mendatang?
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














