219 Warga Batang Keracunan MBG, Mulai dari Bayi hingga Dewasa, Dinkes Bantah Ada yang Meninggal

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Ekonomi, Jakarta –

Peristiwa dugaan keracunan massal usai menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (23/9/2026).

Tercatat 219 warga yang terdiri dari bayi, dewasa, dan lansia mengalami gangguan kesehatan dengan keluhan mual, muntah, diare, dan lemas.

Menyikapi kejadian darurat tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Bawang, Kabupaten Batang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemeriksaan dan pengobatan medis berjalan maksimal.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana merinci, hingga Kamis (24/9/2026) dini hari pukul 03.00 WIB, para korban sudah dievakuasi ke tujuh fasilitas kesehatan berbeda.

“Dari 219 orang tersebut, 132 orang menjalani rawat inap dan 87 orang menjalani rawat jalan. Sejumlah penerima manfaat yang terdampak telah mendapatkan perawatan dengan baik dan terus dipantau kondisinya,” jelas Ketut.

Departemen Kesehatan Bantah Rumor Korban Meninggal

Di tengah perawatan medis, beredar kabar di masyarakat bahwa telah terjadi korban jiwa akibat peristiwa keracunan MBG. Namun isu tersebut dengan cepat dibantah oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang.

Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menegaskan, hingga pemantauan terakhir, tidak ada satu pun laporan pasien meninggal dari seluruh fasilitas layanan kesehatan yang merawat korban.

Ia memastikan, kondisi para pasien, khususnya yang dirawat di RSUD Batang, terus menunjukkan tren kesembuhan.

“Sejauh yang saya pantau tadi pagi, kondisi aman. Tadi malam saya pantau di RSUD Batang sampai pukul 23.45 WIB, lalu tadi pagi pukul 05.30 WIB saya ke sana lagi. Alhamdulillah semuanya sudah membaik,” kata Ida saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/9/2026).

Menurut Ida, pasien yang sebelumnya mengalami diare berulang kali kini mulai mereda, sedangkan gejala mual, muntah, dan pusing yang dialami warga juga berangsur-angsur hilang seiring dengan berjalannya pengobatan medis.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Pengajuan Re-Suket dan Upaya Hukum Luar Biasa: Tim Hukum Gibran Bisa Ambil Perlindungan di Balik Putusan TUN Non-Retroaktif
Gempa M4.0 Berpusat di Laut Barat Laut Karatung, BMKG Sampaikan Data Awal
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WIB

Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena

Kamis, 5 November 2026 - 18:25 WIB

Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan

Berita Terbaru