Janji Prabowo tentang Sekolah dan Perguruan Tinggi Gratis: Bisa Terwujud Asalkan MBG Dicabut

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pendirian Presiden Prabowo Subianto menjanjikan pendidikan gratis mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) hingga perguruan tinggi negeri.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato pada HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat (18 September 2026).

Prabowo mengatakan pendidikan gratis untuk semua kelompok merupakan aspek penting dari upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak memiliki akses terhadap pendidikan yang layak. Ia yakin uang negara bisa mewujudkan hal tersebut.

“Biaya pendidikan negeri harus gratis, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi negeri harus gratis,” tegasnya.

Sejumlah kalangan menyambut positif wacana pendidikan gratis mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun wacana tersebut memerlukan kesiapan dan komitmen anggaran yang kuat agar dapat berjalan berkelanjutan.

Selain harus memastikan aspek pembiayaan, pemerintah juga dinilai perlu menyiapkan strategi peningkatan kualitas pendidikan.

Mendikbudristek: Butuh anggaran Rp93,7 triliun

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan, pemerintah membutuhkan anggaran setidaknya Rp 93,7 triliun untuk menggratiskan biaya pendidikan di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Hal itu ditegaskannya dalam rapat kerja gabungan dengan Komisi

Soal kebutuhan anggaran untuk menggratiskan seluruh PTN, sudah kami hitung nilainya Rp93.742.969.840.000,-, kata Brian.

Jumlah tersebut dihitung khusus untuk membiayai total 2.833.169 mahasiswa yang saat ini aktif terdaftar di seluruh PTN di Indonesia.

Program kuliah gratis ini rencananya akan mencakup seluruh jenjang pendidikan tinggi negeri, baik akademik maupun vokasi, mulai dari Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), hingga Strata 1 (S1).

Menurut Brian, penghitungan kebutuhan anggaran tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan presiden yang mendorong pendidikan gratis mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri, agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

“Ini akan kita bawa dalam pertemuan dengan Presiden seperti apa, meski ada skenario tahapan dan seterusnya,” kata Brian.

Baca Juga: Gagal cegah karhutla dan kabut asap, Prabowo dkk digugat warga Kalbar

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan agar kebijakan tersebut dikaji secara komprehensif, terutama dengan menyesuaikan postur dan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini.

“Kita lihat dulu dengan situasi seperti ini, kita lihat kekuatan APBNnya seperti apa. Kalau bicara pendidikan gratis sampai perguruan tinggi, kita pelajari dulu,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa 22 September 2026.

Puan mengatakan perlu ada kajian menyeluruh dengan menyesuaikan kondisi APBN saat ini. Menurutnya, kebijakan pendidikan pada akhirnya harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.

“Sekolah SD dan SMP, biaya sekolahnya gratis. Jadi, ke depan kita lihat situasi global seperti ini dan kekuatan APBN, nanti kita lihat seperti apa,” ujarnya.

Membutuhkan Komitmen Seperti Menjalankan Program MBG

Indra Kharismaadji

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengingatkan, pendidikan gratis mulai dari SD hingga perguruan tinggi memerlukan komitmen dalam melaksanakan program prioritas, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sederhana saja. Siapkan anggarannya dulu. Komitmennya harus seperti program prioritas lainnya, kata Indra PendirianSenin, 21 September 2026.

Apalagi, Indra mengingatkan, saat ini sudah ada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menggratiskan pendidikan SD-SMA. Ini harus menjadi modal yang kuat.

“Ini keputusan MK tapi kami masih mencari celahnya,” ujarnya.

Menurut dia, anggaran yang paling mungkin digunakan untuk mendukung pendidikan gratis adalah dari program MBG. Untuk itu, Indra menunggu pemerintah menunjukkan komitmen dan kemauan menggunakan anggaran tersebut.

“Pasti mungkin kalau ada kemauan politik. MBG baru keluar dan tidak apa-apa, tegas Indra.

JPPI: APBN Mampu Mewujudkan Pendidikan Gratis

Ubaid Matraji

Meski demikian, Koordinator Nasional Jaringan Pengawasan Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai APBN sebenarnya cukup untuk menjalankan program pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Padahal, dana yang tersedia saat ini justru berlebihan. Berdasarkan perhitungan JPPI, kebutuhan biaya sekolah dan kuliah gratis sebesar Rp569 triliun, atau masih di bawah anggaran pendidikan dalam APBN 2026 sebesar Rp769 triliun.

Sayangnya, kata Ubaid, anggaran pendidikan sebesar Rp 240 triliun dialokasikan untuk program MBG. Jika alokasi MBG dihilangkan, maka tersisa sekitar Rp580 triliun atau hanya selisih Rp11 triliun dari perkiraan kebutuhan pendidikan gratis.

Permasalahannya bukan terletak pada tidak tersedianya dana, melainkan pada prioritas politik anggaran Presiden dalam menentukan program mana yang diprioritaskan dan mana yang ditunda, tegas Ubaid, Senin, 21 September 2026.

Ia meyakini, pekerjaan mendesak pemerintah bukan lagi sekedar menggratiskan sekolah negeri mengingat pendidikan dasar dan menengah selama ini mendapat dukungan negara melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Pemerintah, menurut Ubaid, harus memastikan terlebih dahulu siswa SD dan SMP swasta tidak lagi terbebani biaya pendidikan guna melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pendanaan pendidikan dasar di sekolah negeri dan swasta.

“Gratis dulu SD dan SMP swasta. Apalagi itu keputusan MK tahun lalu,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan kebijakan tersebut memerlukan skema pembiayaan yang jelas. Sebab, tidak semua sekolah swasta mempunyai kemampuan finansial, fasilitas, jumlah siswa, dan struktur biaya yang sama.

Pendidikan Gratis Harus Diselaraskan dengan Peningkatan Mutu Pendidikan

Itje Chodijah

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNLU) Itje Chodidjah mengingatkan pemerintah untuk memetakan kondisi pendidikan secara keseluruhan sebelum menerapkan kebijakan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi.

Pemetaan ini mencakup kebutuhan anggaran, kapasitas fiskal negara, dan keberlanjutan pembiayaan program dalam jangka panjang. Menurutnya, perlu perencanaan yang matang agar kebijakan tidak berhenti di tengah jalan.

“Pendidikan gratis dari SD hingga Perguruan Tinggi akan menguras APBN. Jangan sampai masyarakat senang, tapi ternyata harus berhenti di tengah jalan,” kata Chodidjah dalam keterangannya, Senin 21 September 2026.

Pemerintah juga perlu memiliki data awal yang jelas mengenai kebutuhan biaya pendidikan. Data tersebut dapat menjadi dasar penghitungan kemampuan APBN dalam membiayai pendidikan gratis secara berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerhati pendidikan ini menegaskan, pendidikan gratis belum tentu menjamin peningkatan mutu pendidikan karena sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

“Pendidikan gratis saja tidak cukup. Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas gurunya, bukan hanya biayanya,” lanjut Chodidjah.

Untuk itu, menurutnya, pemerintah perlu menerapkan kebijakan pendidikan gratis yang dibarengi dengan program peningkatan kualitas guru.

Penguatan kompetensi tenaga pengajar merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran dan kebijakan pendidikan. (perkiraan)

Simak informasi publik, kebijakan & geopolitik dunia di channel tersebut Ada apa Dan Telegram Pendirian.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Golkar Didesak Bersihkan Kader Korupsi, Azis Samual Serentak Desak Prabowo Lanjutkan Hingga 2029
Tier List Dragon Traveler Terbaru September 2026 menurut AllClash
Naykilla dan Tenxi Viral dengan Jingle Kasih Aba-Aba 2.0 di Kampanye Shopee 9.9
Panen Raya Serentak Bersama Presiden Prabowo, Wali Kota Robinsar Tampung Aspirasi Petani :: Cilegon News
Diisukan Duet dengan Gibran di Pilpres 2029, Jawaban Dedi Mulyadi Mengejutkan
Pengembang TR Legacy Roblox Memberikan Kode Redeem Terbaru untuk Hadiah Gratis
BMKG: Terjadi El Niño Sangat Kuat, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Nanti – Siaran Pers
Gibran Terancam Mundur, Bola Panas Ada di Tangan Prabowo dan Dasco – Beritaambang
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 02:17 WIB

Golkar Didesak Bersihkan Kader Korupsi, Azis Samual Serentak Desak Prabowo Lanjutkan Hingga 2029

Rabu, 23 September 2026 - 01:51 WIB

Tier List Dragon Traveler Terbaru September 2026 menurut AllClash

Rabu, 23 September 2026 - 01:34 WIB

Naykilla dan Tenxi Viral dengan Jingle Kasih Aba-Aba 2.0 di Kampanye Shopee 9.9

Rabu, 23 September 2026 - 01:18 WIB

Panen Raya Serentak Bersama Presiden Prabowo, Wali Kota Robinsar Tampung Aspirasi Petani :: Cilegon News

Rabu, 23 September 2026 - 00:51 WIB

Diisukan Duet dengan Gibran di Pilpres 2029, Jawaban Dedi Mulyadi Mengejutkan

Berita Terbaru