Perwakilan Koalisi Relawan Jokowi-Prabowo-Gibran, David Pajung, mengungkapkan kemarahannya atas manuver pakar hukum tata negara Denny Indrayana yang menggugat keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK).
David mengendus ada agenda politik kotor yang sengaja diciptakan untuk menyerang stabilitas pemerintahan saat ini.
Menurut David, persoalan administratif seputar ijazah Gibran hanya menjadi batu loncatan dalam skenario destabilisasi yang lebih masif. Ia yakin ada kekuatan politik besar yang mendalangi langkah Denny.
“Jadi dia mencoba mengutak-atik pintu masuk melalui Wapres Gibran. Tujuannya untuk menjatuhkan pemerintahan duo Prabowo-Gibran. Itu tujuan besar mereka. Siapa di belakang Denny Indrayana? Kita tahu Denny Indrayana dari partai apa,” jelas David dalam keterangannya.
Kecurigaan para relawan diperkuat dengan munculnya narasi serupa dari sejumlah tokoh secara bergantian yang dinilai sengaja membuat kericuhan publik.
David secara khusus menghubungkan manuver Denny Indrayana dengan isu yang sebelumnya dilontarkan Roy Suryo, serta dukungan terhadap pernyataan Dino Patti Djalal baru-baru ini.
“Belum selesai kasus Roy Suryo, muncul Denny Indrayana, lalu muncul lagi Dino Patti Djalal untuk membumbui. pernyataan Denny. Ini partai siapa, dan dimana pestanya? “Masyarakat tidak bodoh soal itu,” sindir David tajam.
Menanggapi serangkaian serangan tersebut, David mendesak partai oposisi dan pihak yang berkepentingan untuk menghormati sistem ketatanegaraan yang ada.
Ia meminta agar proses konstitusional masa jabatan lima tahun tetap berjalan tanpa adanya gangguan yang tidak beralasan.
David menantang partai politik di balik manuver tersebut untuk menyiapkan kader terbaiknya dan bertarung secara sah di kotak suara pada pemilu presiden mendatang.
“Silakan, kalau ingin negara ini lebih matang dalam proses ketatanegaraan, biarkan berjalan selama 5 tahun. Nanti partai Anda akan mencalonkan calon lain dan diuji secara konstitusional oleh masyarakat pada hari pemungutan suara Pilpres 2029. Itu hanya sekedar menjadi warga negara yang baik dan paham hukum,” pungkas David.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














