Virus! Syarat Nikah di Semarang Harus Dibayar Lunas PBB, Bapenda Jateng Buka Suara

- Redaksi

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, TV LINGKARAN – Kewajiban menikah di sejumlah kecamatan di Kota Semarang, Jawa Tengah yang harus menyertakan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), menjadi perhatian publik. Menyikapi hal tersebut, Pemprov Jateng melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng memastikan tidak pernah mengeluarkan aturan yang menjadikan pembayaran PBB sebagai syarat pernikahan.

Kepala Bapenda Jateng Masrofi menjelaskan urusan PBB merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Oleh karena itu, peraturan yang beredar diduga terkait dengan kebijakan di tingkat Pemerintah Kota Semarang.

“Kalau PBB kewenangannya pemerintah kabupaten/kota, sepertinya Pemkot Semarang. (Apakah Pemprov Jateng punya peraturan itu?) Tidak ada,” kata Masrofi saat dihubungi awak media belum lama ini.

Menurut Masrofi, ketentuan ini bisa menjadi langkah untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah aturan serupa juga diterapkan di daerah lain di Jateng.

“Mungkin ini upaya meningkatkan kepatuhan pembayaran PBB,” ujarnya.

Syarat bukti pembayaran PBB untuk keperluan pernikahan diketahui tercantum di sejumlah website resmi kecamatan di Kota Semarang. Beberapa di antaranya adalah Desa Pleburan, Pandean Lamper, Lamper Kidul, Candi, Ngesrep, dan Gisikdrono.

Bapenda Semarang Tak Pernah Instruksikan Syarat Pernikahan Bayar PBB

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Semarang Diah Supartiningtias membantah pihaknya telah mengarahkan kecamatan untuk menjadikan bukti pembayaran PBB sebagai syarat pernikahan.

“Kami tidak pernah mewajibkan itu. (Apakah itu kewenangan kecamatan?) Saya tidak tahu,” kata Diah.

Diah mengaku baru mengetahui informasi tersebut setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kami di Bapenda tidak pernah memberikan instruksi, menginformasikan, atau meminta aparat kecamatan untuk mewajibkan PBB dibayar penuh saat akan ada pernikahan,” tegasnya.

Bapenda Kota Semarang selanjutnya akan memberikan klarifikasi kepada aparat kecamatan terkait munculnya persyaratan tersebut. Diah pun meminta masyarakat tidak langsung khawatir dengan informasi yang beredar.

“Yang perlu kami garis bawahi, kami Bapenda sudah mengklarifikasi bahwa Bapenda tidak pernah mewajibkan pembayaran PBB sebagai syarat orang menikah,” ujarnya.

Sebelumnya isu ini viral setelah diunggah di akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang. Dalam unggahan tersebut, seorang warga mempertanyakan syarat pelunasan PBB yang dinilainya dapat menyulitkan calon pengantin.

Min apa benar kalau mau minta akta nikah di kelurahan harus bayar PBB? Menurutku aturannya mempersulit calon pengantin, tanahnya atas nama orang tua dan tidak ada hubungannya dengan nikah dan pajak tanah, tulis seseorang di unggahan @dinaskegelapan_kotasemarang. (Rizky S/Lingkartv.com)

Pengambilan konten, perayapan, atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari https://www.bbc.com/blogtv.com

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Peran Irjen Slamet Uliandi, Tersangka Baru Penyadapan Presiden Prabowo
Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo
Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Penyadapan Prabowo Terkait dengan “Geng Solo”, Habiburokhman Minta Motif Listyo Sigit Diusut
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:25 WIB

Peran Irjen Slamet Uliandi, Tersangka Baru Penyadapan Presiden Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 20:06 WIB

Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum

Berita Terbaru