Gelar Demo, IMM Labura Tuntut Tanggung Jawab SPPG Polsek Labuhanbatu 2 Aek Kanopan

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AEKKANOPAN (Waspada.id): Pimpinan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Labuhanbatu Utara (PC IMM Labura) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung SPPG Polsek Aek Kanopan 2 Labuhanbatu Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, menyoroti secara tajam dugaan kejadian keracunan makanan yang menimpa siswa SMP Ahmad Dahlan Aek Kanopan saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam aksinya, IMM Labura dengan tegas menyampaikan sikap resmi dan tuntutannya untuk menjamin keselamatan anak sekolah dan akuntabilitas penyelenggara program.

“Keselamatan mahasiswa menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi. Dugaan kelalaian dalam penyediaan dan pengelolaan makanan bergizi harus ditanggapi serius oleh semua pihak yang terlibat dalam kejadian ini,” tegas Ketua IMM Labura, Rizky Afani, Jumat (18/9).

Untuk itu, IMM Labura meminta SPPG mengakomodasi seluruh biaya pengobatan bagi korban serta menghimbau kepada penyelenggara dan pemerintah daerah untuk menanggung dan menampung seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis bagi pelajar yang menjadi korban dugaan keracunan hingga sembuh total.

Terkait kejadian tersebut, kami meminta Satgas MBG mengusut tuntas kinerja SPPG Polres Labuhanbatu yang diduga lalai dalam menerapkan dan memantau standar keamanan pangan program MBG, tegasnya.

Selain itu, massa aksi juga meminta klarifikasi terbuka kepada Kapolsek Labuhanbatu 2 SPPG dan mendesak Kapolres Labuhanbatu 2 agar mengambil tanggung jawab moral dan institusi dengan memberikan klarifikasi terbuka kepada korban, keluarga korban, dan masyarakat umum.

Permintaan maaf secara resmi kepada keluarga korban harus segera dilakukan. Untuk itu, kami meminta SPPG Polres Labuhanbatu 2 segera mengumpulkan seluruh keluarga korban dalam forum resmi untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan terbuka atas kejadian yang terjadi, kata Afani.

Tindakan tersebut, menurut Rizky Afani, dilatarbelakangi oleh kejadian yang menimpa siswa SMP Ahmad Dahlan Aek Kanopan yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG dari SPPG Labuhanbatu 2 Polsek Aek Kanopan pada Jumat, 11/9/2026.

“Aksi ini sebagai wujud kepedulian atas kejadian yang menimpa siswa salah satu kelas SMP Aek Kanopan Ahmad Dahlan, dimana hampir semua orang dalam satu kelas mengalami hal tersebut, bahkan ada lima siswa yang harus dibawa ke Puskesmas Aek Kanopan untuk mendapatkan pertolongan medis pada hari itu,” jelasnya.

Terpisah, salah satu orang tua siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG hari itu menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa anaknya.

Pada hari kejadian, setelah makan MBG sekitar 10-15 menit, anak tersebut mengalami pusing, sesak napas, dan kelemahan pada kaki.

“Saya diberitahu guru saat anak saya berada di Puskesmas Aek Kanopan sekitar pukul 11.00 WIB. Kurang lebih empat jam setelah dirawat, anak saya diperbolehkan dibawa pulang,” jelasnya.

Namun kondisi kesehatan anak tersebut belum pulih sepenuhnya. Pada Minggu sore, 13/9/2026, anak tersebut kembali mengalami sesak napas dan nyeri pada perut.

“Karena anak saya sakit lagi, kami bawa ke RSUD Aek Kanopan dan baru keluar dari RS pada Rabu, 16/9/2026. Saat ini kondisi anak saya masih terasa pusing dan terkadang sesak napas lagi saat mendengar suara keras, padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu,” keluh orang tua siswa yang berharap kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

Terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan IMM Labura terkait dugaan keracunan yang dialami siswa SMP Ahmad Dahlan Aek Kanopan, hal itu coba dikonfirmasi, Jumat (18/9), kepada Kapolsek SPPG Labuhanbatu 2 Aek Kanopan.

Sayangnya, Beny selaku Kapolsek SPPG Labuhanbatu 2 tak bersedia memberikan jawaban, meski pesan WhatsApp sudah terkirim.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Labura yang baru, Farida Maulida Barus, membenarkan hal serupa, Jumat (18/9), terkait kejadian dan penutupan SPPG Polsek Labuhanbatu 2 Aek Kanopan. Farida belum siap menjawab meski panggilan dan pesan WhatsApp tersambung. (id31)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

BMKG: Potensi Hujan Ringan di Ruteng dan Kabut di Empat Wilayah NTT, 6 November
Peran Irjen Slamet Uliandi, Tersangka Baru Penyadapan Presiden Prabowo
Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo
Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu
ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com
Jokowi meminta kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Prabowo mengikuti proses hukum
Hasil Lab Ungkap Bakteri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, 426 Orang Terkena
Pengajuan demonstrasi di Pamekasan meningkat, mayoritas akhirnya dibatalkan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:45 WIB

BMKG: Potensi Hujan Ringan di Ruteng dan Kabut di Empat Wilayah NTT, 6 November

Kamis, 5 November 2026 - 20:25 WIB

Peran Irjen Slamet Uliandi, Tersangka Baru Penyadapan Presiden Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 20:06 WIB

Senyuman Jokowi saat ditanya soal dugaan makar dalam kasus penyadapan Prabowo

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Bersiaplah untuk memeriksa akun Anda! Laporan gaji PPPK Lombok Utara mulai ditransfer pada pertengahan November lalu

Kamis, 5 November 2026 - 19:25 WIB

ASUS Perkenalkan Laptop AI Terbaru di Makassar, Garansi Hingga 3 Tahun Jadi Andalan – Mediasulsel.com

Berita Terbaru