Jumat, 18 September 2026 – 21:15 WIB
KARANGANYAR, VIVA Jogja – Perkembangan terkini berasal dari proses pencarian Ahda Dhiyaurrohman, warga Ngeringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, yang tercatat sebagai salah satu nama dalam manifest KMP Virgo Transport 8.
Serapan APBD Karanganyar 60 Persen, Belanja Modal Baru 1,6 Persen, DPRD Dorong Percepatan
Ayah Ahda, Nurul Bahri, mendapat telepon dari dokter posko Polresta Banjarmasin terkait persiapan tes DNA.
Dalam komunikasi tersebut, Nurul Bahri dimintai keterangan dan sejumlah data. Informasi tersebut disampaikan Nurul Bahri melalui pesan suara yang diteruskan Kepala Dusun Karangrejo Suji Wibowo kepada Plt Kepala Desa Ngeringo Apri Linawati.
![]()
4 Paket Sabu di Jok Sepeda Motor Buka Jalan ke 60 Paket Lainnya, Polda Jateng Tangkap DJ di Karanganyar
Nurul Bahri mengatakan, sore harinya dihubungi dokter dari Posko Polresta Banjarmasin. Setelah dimintai data dan informasi, ia kemudian dihubungkan dengan dokter dari Polda Jateng.
“Saya ditelepon dokter Polda Banjarmasin, dari Posko Banjarmasin, untuk persiapan tes DNA. Kemudian saya dimintai keterangan dan data dan saya dikoneksikan dengan dokter Polda Jateng,” kata Nurul Bahri, Jumat (18/9/2026).
![]()
Ahda tidak pergi diam-diam, sebelum berangkat ke Kalimantan ia berpamitan kepada banyak orang
Data dan informasi yang diminta telah disampaikan kepada pihak terkait.
“Saya sudah kirim datanya juga. Nanti saya kasih informasinya,” ucapnya.
Untuk tes DNA, pihak keluarga masih menunggu informasi terkait waktu dan lokasi pemeriksaan.
“Sekarang tinggal menunggu informasi tes DNAnya, mungkin kapan dan di mana,” kata Nurul Bahri.
Selain Ahda, dua nama lain yang disebutkan dalam manifes KMP Virgo Transport 8 adalah Jevon Joechelin Jothan (19) dan Aldo Nurahmansya (19).
Plt Kepala Desa Ngeringo, Apri Linawati mengatakan, pemerintah desa masih menunggu perkembangan dari pihak keluarga dan informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Belum ya Mas. Tunggu saja, karena pihak keluarga masih menunggu, kata Apri kepada VIVA Jogja.
Menurut Apri, pihak desa terus melakukan pendampingan dengan memantau perkembangan yang diterima keluarga.
Koordinasi dengan pihak keluarga akan dilakukan setelah ada instruksi lebih lanjut dari Polda.
Bantuan juga diberikan kepada keluarga penumpang lainnya. Apri mengatakan, keluarga Totok, ayah Jevon Joechelin Jothan, berangkat ke Surabaya menggunakan bus untuk mengikuti proses penggeledahan.
Pemerintah desa memberikan bantuan materi kepada keluarga tersebut untuk kebutuhannya selama berada di Surabaya.
Halaman Berikutnya
“Paling tidak akan membantu dalam bentuk materi untuk menunjang upaya kita selama di Surabaya,” kata Apri.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














