Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan partainya akan tetap konsisten dengan Presiden Prabowo Subianto. Sikap tersebut disebut-sebut merupakan bagian dari perjalanan panjang PAN yang telah tiga kali berkoalisi dengan Prabowo hingga akhirnya memenangkan Pilpres 2024.
Zulhas mengatakan, konsistensi bukanlah keputusan yang datang secara tiba-tiba. Menurutnya, PAN dan Prabowo telah melalui perjalanan politik yang panjang dengan berbagai dinamika sebelum akhirnya koalisinya berhasil memenangkan kontestasi.
“Iya kita harus terus konsisten, apalagi memihak tanpa Prabowo, karena kita tidak menunggu lama, dan yang namanya naik turun koalisi dengan Prabowo sudah kita alami tiga kali kan? Tiga kali, kita baru menang sekarang,” kata Zulhas dalam keterangan yang diterima, Kamis (17/9/2026).
Bagi Zulhas, pengalaman itulah yang menjadi alasan PAN tidak mengubah arah dukungannya setelah Prabowo berhasil memenangkan pemilu presiden. Partai tersebut kini memilih untuk mempertahankan komitmen politik yang telah dibangunnya bersama Prabowo.
Zulhas juga menegaskan, keberhasilan memenangkan pemilu presiden bukanlah akhir dari perjalanan koalisi. PAN, menurutnya, mempunyai tanggung jawab untuk memastikan kebijakan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan dan mencapai hasil yang diharapkan.
Oleh karena itu, bagi Partai Amanat Nasional, kebijakan yang kita jalani tidak boleh gagal, harus berhasil, karena baru kali ini sudah tiga kali berhasil, ujarnya.
Konsistensi PAN juga terkait dengan nilai dan platform yang diklaim menjadi landasan perjuangan partai tersebut. Zulhas mengatakan, PAN tetap memegang teguh cita-cita tersebut meski sebelumnya beberapa kali mengalami kekalahan dengan Prabowo.
“Banyak yang tanya ke kita, kenapa kita berkali-kali kalah dari Pak Prabowo dan tidak bergerak seperti itu. Kita setia pada cita-cita kita, kan? PAN setia pada platform nilai-nilai yang diperjuangkannya,” kata Zulhas.
Ia kemudian menyebutkan sejumlah nilai yang menurutnya merupakan bagian dari platform PAN. Di antaranya amanat Pasal 33, swasembada pangan, pemerataan, dan keadilan sosial.
“Khususnya ada pasal 33, ada swasembada pangan, ada pemerataan, keadilan sosial,” lanjut Zulhas.
Atas dasar itu, Zulhas menegaskan, dukungan PAN terhadap Prabowo tidak hanya dilihat dari hubungan politik antar partai. PAN juga ingin memastikan nilai dan agenda yang selama ini diperjuangkan dapat diwujudkan melalui kebijakan pemerintah.
Baca juga: Pasangan Prabowo di 2029 Harus Mewaspadai 11 Tokoh Ini
Oleh karena itu, PAN menilai konsistensi menjadi bagian penting dalam menjalankan peran politiknya saat ini. Setelah melalui beberapa kontestasi dengan Prabowo, partai tersebut kini berada dalam posisi untuk membantu mengawasi jalannya pemerintahan.
Sikap itu disampaikan Zulhas jelang peringatan HUT PAN ke-28. Perayaan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus, akan digelar pada 18 September karena sebelumnya terdapat sejumlah agenda dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
Dalam perayaan tersebut, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan turut hadir. Sejumlah menteri dan perwakilan partai koalisi juga rencananya akan mengikuti agenda HUT PAN ke-28 tersebut.
Kehadiran Prabowo bersama pejabat pemerintah dan partai koalisi juga menjadi momentum PAN untuk menegaskan kembali posisi politiknya. Zulhas menyatakan, perjalanan panjang bersama Prabowo membuat partainya memilih untuk tetap konsisten mengawal pemerintahan dan kebijakan yang dijalankan.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














