Dosen Lintas Budaya Ali Syarief menyoroti wacana duet mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2029.
Ali menilai duet Anies-Purbaya cukup sulit terwujud karena ada sejumlah faktor yang membuat peluang terwujudnya relatif kecil.
Menurut dia, pasangan Anies-Purbaya akan menarik di kalangan intelektual, namun kurang populer di kalangan akar rumput. Selain itu, keduanya juga terganjal aturan pencalonan presiden yang masih membutuhkan dukungan partai politik.
“Kalau Anies dan Purbaya dipasangkan, akan menarik elite intelektual – tapi tidak populer di kalangan akar rumput, dan partai politik mana yang akan mendukung? Ini persoalan sistem presidensial di Indonesia. Toja’iah dengan prinsipnya sendiri,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (17/9).
Sekadar informasi, meski Presidential Threshold (ambang batas pencalonan presiden) sudah tidak berlaku lagi pada Pilpres 2029, namun jalur perseorangan (mandiri) tetap tidak diperbolehkan.
Baca juga: Bukan Prabowo, Anies, Apalagi Gibran, Sosok Ini Diprediksi Jadi Presiden 2029-2034
Putusan MK Nomor 62/PUU-XXII/2024 hanya menghilangkan ambang batas pencalonan partai politik. Meski demikian, pencalonan presiden tetap diwajibkan melalui partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu.
Dalam putusan tersebut, Mahkamah Konstitusi menyatakan Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang sebelumnya mengatur syarat ambang batas 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional, bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak lagi mempunyai kekuatan hukum mengikat.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency











