Payakumbuh — Tigo Kayo FC memastikan diri sebagai juara Turnamen Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 setelah mengalahkan Bimbel Galatama melalui drama adu penalti dengan skor 5-3 pada partai final di Lapangan Kapten Tantawi, Tanjung Pauh, Kota Payakumbuh, Selasa (04/08/2026) sore.
Kemenangan tersebut diraih setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal dalam laga yang berlangsung sengit dan disaksikan ribuan pasang mata itu.
Laga final mempertemukan dua tim terbaik sepanjang turnamen. Bimbel Galatama lebih dahulu memecah kebuntuan melalui gol pemain pengganti Januardi yang langsung mencatatkan namanya di papan skor sesaat setelah babak kedua dimulai.
Tigo Kayo FC kemudian meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya Fachrial mencetak gol penyeimbang pada menit ke-72 yang memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
“Selamat kepada Tigo Kayo FC atas pencapaian ini. Kepada Bimbel Galatama jangan berkecil hati, tetap semangat dan semoga menjadi yang terbaik pada event selanjutnya,” kata Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta usai menyerahkan trofi kepada tim juara.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua kesebelasan langsung menerapkan permainan terbuka.
Aksi saling menyerang membuat pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dan memancing antusiasme suporter yang terus memberikan dukungan dari pinggir lapangan.
Intensitas permainan juga membuat wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk menjaga jalannya pertandingan tetap kondusif.
Final Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Kota Payakumbuh Rida Ananda, jajaran Pemko Payakumbuh, Ketua KONI Kota Payakumbuh Chairul Mufti, serta Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Payakumbuh Diki Engla Mardianto.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan sepak bola sekaligus pengembangan olahraga di daerah.
“Melalui turnamen seperti ini, kami berharap Payakumbuh dapat menjadi magnet bagi para pecinta olahraga. Kegiatan olahraga juga harus memberikan efek domino bagi pelaku UMKM sehingga ekonomi masyarakat ikut bergerak dan semakin tumbuh,” ujarnya.
Menurut Zulmaeta, penyelenggaraan turnamen olahraga tidak hanya melahirkan bibit-bibit atlet potensial, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi melalui meningkatnya aktivitas pedagang, pelaku usaha mikro hingga sektor pendukung lainnya selama kompetisi berlangsung.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Payakumbuh Diki Engla Mardianto mengapresiasi partisipasi seluruh tim yang berasal dari berbagai daerah serta dukungan semua pihak yang ikut menyukseskan penyelenggaraan turnamen.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan baik, terutama Pemko Payakumbuh, para sponsor, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Piala Wali Kota Payakumbuh 2026,” pungkasnya. (red)














