PRESIDEN Prabowo Subianto menilai anggaran pertahanan Indonesia relatif kecil dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya. Menurut Prabowo, anggaran pertahanan Indonesia masih di bawah dua persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Anggaran kita termasuk yang terkecil di ASEAN. Padahal kita naikkan seperti itu, tapi itu tidak sampai 2 persen dari PDB kita, kata Prabowo dalam Program Menjawab Presiden yang ditayangkan pada Rabu, 16 September 2026.
Diketahui anggaran Kementerian Pertahanan pada tahun 2026 dipatok sebesar Rp 187,1 triliun. Sedangkan untuk tahun 2027, Kementerian Pertahanan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp189 triliun.
Prabowo menjelaskan, belanja pertahanan Tanah Air selama puluhan tahun berada di kisaran 0,9 persen PDB. Ia kemudian membandingkannya dengan Singapura. Katanya, Singapura mengalokasikan anggaran pertahanan lebih dari tiga persen PDB.
Mantan Menteri Pertahanan era Presiden Joko Widodo ini menyatakan, penguatan pertahanan bertujuan untuk membangun sistem pertahanan dan keamanan yang lebih baik. “Jadi menurut saya, sistem kita, sistem pertahanan dan keamanan yang berkeadilan, memerlukan kehadiran unsur pertahanan yang cukup kuat,” ujarnya.
Bagi Prabowo, peningkatan kekuatan Tentara Nasional Indonesia diperlukan untuk memastikan pertahanan dan keamanan negara dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Apalagi, kata Prabowo, Indonesia mempunyai wilayah dan jumlah penduduk yang besar.
Oleh karena itu, kehadiran unsur pertahanan perlu diperkuat secara merata guna menjaga kedaulatan negara. “Negeri kita besar sekali. Kita punya 514 kabupaten, dan kabupatennya besar. Bukan kabupaten kecil, kabupatennya besar,” kata Prabowo.
Dengan asumsi satu batalion ditempatkan di setiap kabupaten, menurut Kepala Negara, masih ada lebih dari 360 kabupaten yang belum memiliki keberadaan satuan TNI. Prabowo menilai terbatasnya kehadiran petugas di sejumlah daerah juga terkait dengan persoalan pengawasan sumber daya alam. “Padahal kekayaan kita ada di sana. Makanya puluhan tahun ini terjadi penebangan liar, penambangan ilegal, taman liar,” kata Prabowo.●
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














