Sabtu 19-09-2026,14:38 WIB
Reporter:
Anam AK|
Editor:
Syamsul Falaq
SMK Negeri 2 Yogyakarta masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap dugaan keracunan MBG. Kondisi pelajar berangsur membaik, hanya sekitar 3-5 orang yang masih mengalami diare.–dok. IST
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – SMK Negeri 2 Yogyakarta masih menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya menyebabkan ratusan siswa, guru, dan karyawan mengalami keluhan mual, pusing bahkan diare.
Humas SMK Negeri 2 Yogyakarta Arianto Ekonugroho mengatakan hingga Jumat (18/9/2026) hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan belum diterima pihak sekolah.
“Sementara ini kami menunggu dari Dinas Kesehatan,” kata Arianto.
Meski hasil laboratoriumnya belum keluar, namun kondisi penerima manfaat MBG yang sebelumnya mengeluhkan gangguan pencernaan disebut berangsur membaik. Menurut Arianto, saat ini hanya tersisa sekitar tiga hingga lima orang yang masih mengalami diare.
BACA JUGA: 413 Orang di SMK Negeri 2 Yogyakarta Mengeluh Mual dan Diare Usai Makan MBG
BACA JUGA: 14 Dapur MBG DIY Dihentikan, Anggaran Dihentikan Hingga Perbaikan Selesai
Sampai saat ini sudah membaik. Tadi ada laporan masih ada sekitar tiga atau lima orang yang masih menderita diare, ujarnya.
Pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal dan tidak terganggu secara signifikan akibat kejadian tersebut.
Pada hari pertama pengaduan, pihak sekolah memberikan tunjangan bagi siswa yang merasa tidak nyaman untuk pulang lebih awal. Selain itu, pihak sekolah juga menyiapkan obat-obatan dan pos pelayanan bagi siswa yang mengalami keluhan.
“Kami berusaha semaksimal mungkin. Jika siswa merasa tidak nyaman belajar, kami izinkan pulang. Selain itu, kami juga menyiapkan obat-obatan dan posko terkait keluhannya,” jelas Arianto.
BACA JUGA: Ibu-Ibu Pukul Panci di Jalan Tugu Menuju UGM, Desak MBG Evaluasi dan Soroti Bencana
BACA JUGA: KSP Sidak Dapur MBG Sleman, 13 SPPG Ternyata Masih Berhenti Karena Belum Kantongi SLHS
Ia menambahkan, sebagian besar siswa tetap bersekolah meski sempat mengalami keluhan pada malam sebelumnya.
“Mereka tetap bersekolah tapi merasakan sakit. Ada juga yang tidak berangkat karena lemas akibat diare,” jelasnya.
Periksa berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber:
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














