Kerusakan akibat Gempa Magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara. Foto Khusus
Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado mencatat sebanyak 515 kali gempa tektonik mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan sekitarnya sepanjang Agustus 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun BMKG melalui Stasiun Geofisika Manado, tercatat ada 515 gempa bumi yang mengguncang wilayah Sulut dan sekitarnya, kata Koordinator Data dan Informasi Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, di Manado, Kamis, 17 September 2026, dilansir Antara. Di antara.
Berdasarkan sebaran kedalaman hiposenter, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer (km). Besarannya bervariasi, mulai dari 2,1 hingga yang terbesar dengan magnitudo 6,5.
Dari total 515 kejadian, enam gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di berbagai daerah. Daerah terdampak antara lain Halmahera Utara, Ternate, Tidore, Sanana, Morotai, Boltim, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, Labuha, Kepulauan Naha Sangihe, Manado, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Halmahera Barat, Sofifi, hingga Batang Dua.
Peta sebaran gempa tektonik sepanjang Agustus 2026. ANTARA/HO-BMKG
Peta kegempaan dan sebaran episenter menunjukkan aktivitas gempa pada periode tersebut terkonsentrasi di tiga wilayah utama, yakni Laut Maluku, Teluk Tomini, dan Laut Sulawesi.
Konsentrasi aktivitas tersebut menunjukkan dinamika tektonik yang tinggi pada daerah pertemuan lempeng dan zona subduksi di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku Utara, jelas Zulkifli.
Meski tercatat ratusan kali, namun jumlah kejadian gempa pada Agustus mengalami penurunan dibandingkan aktivitas gempa sepanjang Juli 2026 yang mencapai 532 kejadian.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














