Daftar isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Euforia peluncuran jajaran iPhone terbaru langsung dimanfaatkan oleh sindikat kejahatan dunia maya. Belum genap seminggu dirilis, para pemburu gadget baru Apple kini dihadapkan pada ancaman ganda yang akan menguras kantong mereka.
Mulai dari maraknya situs retail palsu berkedok diskon manis di Inggris, hingga kemunculan tiba-tiba uang kertas misterius bernilai puluhan miliar rupiah yang menghantam kartu kredit konsumen di Hong Kong. Modus operandi ini semakin menyasar konsumen yang sedang mengalami antusiasme tinggi.
Perangkap ‘Diskon Menggiurkan’ di Inggris
Berdasarkan laporan The Guardian yang dikutip dari Digital Trends, Kamis (17/9/2026), lonjakan situs tiruan yang mengaku sebagai retailer resmi Apple terjadi secara sembarangan sejak lini iPhone terbaru diumumkan pada 9 September lalu.
Data peneliti keamanan siber WhoisXML API, Alexandre Francois, mencatat bahwa pendaftaran nama domain baru yang menggunakan istilah iPhone meroket ke lebih dari 200 situs hanya dalam 24 jam pertama peluncurannya.
Situs palsu ini menggunakan taktik klasik tetapi terbukti efektif mengelabui korbannya:
-
Mengenakan banderol harga yang jauh lebih murah, memangkas harga iPhone terbaru hingga ratusan poundsterling dari harga rilis resminya sebesar £1.199.
-
Mengarahkan metode pembayaran melalui transfer bank langsung – bukan kartu kredit atau debit – guna menghindari perlindungan konsumen melalui mekanisme chargeback.
-
Menggunakan taktik penghitung waktu mundur yang ketat untuk menekan korban secara psikologis agar segera melakukan transfer tanpa berpikir dua kali.
Parahnya, sejumlah situs terbukti mengiklankan varian standar ‘iPhone’ yang nyatanya fiktif bahkan belum pernah dirilis secara resmi oleh Apple.
Skandal Hong Kong: Tagihan Misterius Capai Rp 33 Miliar
Belum selesai drama situs palsu, masalah yang jauh lebih mengerikan meletus di Hong Kong. Mengutip laporan South China Morning Post, Kepolisian Hong Kong telah menerima lebih dari 700 laporan pengaduan terkait transaksi kartu kredit tidak sah (unauthorized charge) terkait dengan proses pre-order iPhone.
Total kerugian sementara diperkirakan sebesar HK$14,7 juta (sekitar Rp 33 miliar), dengan rekor kerugian individu tertinggi mencapai HK$114.000 (sekitar Rp 57 juta) untuk satu korban saja.
Pemegang kartu kredit tiba-tiba kaget karena mendapat tagihan pembelian iPhone meski tak menyangka sudah melakukan transaksi. Banjir pengaduan ini bahkan melumpuhkan layanan nasabah sejumlah bank lokal sepanjang akhir pekan.
Francis Fong, Presiden Kehormatan Federasi Teknologi Informasi Hong Kong, menduga sistem checkout Apple mungkin melonggarkan lapisan verifikasi ganda seperti 3D Secure demi menjaga kelancaran lalu lintas transaksi pre-order. Celah ini diduga dimanfaatkan oleh sindikat pencuri data kartu kredit (carding).
Menanggapi kejadian tersebut, raksasa perbankan lokal seperti HSBC dan Hang Seng Bank bergerak cepat melakukan investigasi dan menjanjikan pengembalian dana atas transaksi yang terbukti fiktif. Kendati demikian, publik masih menunggu pihak mana yang akan menanggung kerugian akhir, apakah Apple atau pihak perbankan.
Tips Aman Berburu iPhone Terbaru
Bagi Anda yang berencana membeli iPhone seri terbaru, otoritas dan analis keamanan siber menghimbau untuk tetap waspada dengan memperhatikan tiga catatan penting berikut ini:
-
Diperlukan di Saluran Resmi: Lakukan transaksi hanya melalui Apple Store resmi atau mitra pengecer terakreditasi.
-
Hindari Transfer Langsung: Jangan pernah melakukan pembayaran peer-to-peer atau transfer bank ke rekening atas nama individu atas nama diskon harga.
-
Pemeriksaan Rekening Berkala: Pantau mutasi kartu kredit atau debit Anda secara intensif untuk mengantisipasi debit yang mencurigakan.
(luar biasa/luar biasa)
(Gambas: Video CNN)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














