Payakumbuh Jadi Pusat Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di Sumbar

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Di tengah ancaman musim kemarau dan isu ketahanan pangan nasional, Kota Payakumbuh justru dipercaya menjadi pusat gerakan tanam padi serentak 50 ribu hektare di Sumatera Barat, sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu memperkuat target swasembada pangan nasional.

Gerakan tanam serentak itu digelar di kawasan persawahan Gadih Angik, Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Jumat (22/05/2026), sebagai bagian dari program nasional optimalisasi lahan (oplah) non rawa yang secara nasional dipusatkan di Sukabumi, Jawa Barat. Pada hari yang sama, Payakumbuh melaksanakan tanam padi di lahan seluas 7,25 hektare.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh langkah percepatan tanam tersebut karena dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

“Harapan kita Payakumbuh bisa menjadi lumbung pangan sesuai program dan harapan Presiden Prabowo Subianto. Ini sebuah langkah yang harus kita dukung bersama dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah kita, khususnya menghadapi musim kemarau,” kata Elzadaswarman.

Ia menilai para petani selama ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan sektor pertanian tetap produktif melalui penguatan sarana produksi dan dukungan infrastruktur pertanian.

Menurut dia, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak termasuk kelompok tani dan masyarakat.

“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petani yang terus bekerja keras menjaga produktivitas pertanian. Ketahanan pangan tidak akan terwujud tanpa semangat dan dedikasi para petani,” ujarnya.

Elzadaswarman menegaskan Pemko Payakumbuh akan terus memperkuat dukungan melalui program pertanian, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, pendampingan kelompok tani, hingga penguatan akses pemasaran hasil pertanian masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga melalui gerakan menanam secara mandiri.

“Mulailah dari hal kecil. Kalau konsisten hasilnya akan menjadi besar. Kita memiliki lahan yang subur dan harus dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Selain itu, ia mendorong kolaborasi antara petani dan pemerintah agar hasil pertanian masyarakat dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah pusat.

Menurut dia, sinergi tersebut akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat rantai pasok pangan daerah.

“Bagaimana kita bisa saling berkolaborasi, nanti hasil tani ini juga bisa dimanfaatkan untuk program MBG. Dengan kolaborasi, semuanya bisa saling bekerja sama dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna mengatakan pada 2026 Kota Payakumbuh menerima bantuan optimalisasi lahan pertanian seluas 1.000 hektare dari Kementerian Pertanian.

Selain itu, pemerintah pusat juga mengalokasikan sembilan paket pembangunan dan rehabilitasi jalan usaha tani, sembilan paket rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan irigasi perpompaan, empat unit irigasi perpipaan, serta satu unit dam parit atau long storage.

“Dari Januari sampai April, melalui bidang prasarana dan penyuluh di masing-masing kecamatan, kami melakukan CPCL atau calon petani calon lokasi melalui gapoktan dan kelompok tani yang membutuhkan bantuan pemerintah,” kata Nila Misna.

Ia menjelaskan Dinas Pertanian mengusulkan sekitar 84 titik lokasi yang kemudian ditindaklanjuti melalui tahapan Survei Investigasi Desain (SID) bersama tim Universitas Andalas.

Menurut dia, program tersebut mendapat dukungan anggaran sekitar Rp9,4 miliar dari pemerintah pusat dan pelaksanaannya melibatkan kelompok tani melalui pola swakelola.

“Program ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional,” pungkasnya. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Pemko Payakumbuh

Berita Terkait

Tren Media Sosial Apa yang Populer di Kalangan Anak Muda Saat Ini?
PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Penuhi Indikator, Terancam TMS
Prabowo: Anggaran Pertahanan Indonesia Paling Kecil di ASEAN
Satbinmas Polres Barelang Salurkan Bansos kepada Lansia Annisa Batam — Batam Hari Ini
Prabowo Soroti Dana Pemda yang Tersimpan di Bank, Nilainya Capai Rp 234 T
‘Sama seperti Prabowo, dia buntu,’ rencana Gibran untuk maju sebagai capres 2029 disinggung: Malu nggak?
Sukses di B50, Prabowo meminta Bahlil membuat bahan bakar dicampur 50% etanol E50
Sosialisasikan SEMA Terbaru, KPT Pontianak Tekankan Hak Asasi Manusia dan Kepastian Hukum

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:17 WIB

Tren Media Sosial Apa yang Populer di Kalangan Anak Muda Saat Ini?

Jumat, 18 September 2026 - 12:04 WIB

PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Penuhi Indikator, Terancam TMS

Jumat, 18 September 2026 - 11:51 WIB

Prabowo: Anggaran Pertahanan Indonesia Paling Kecil di ASEAN

Jumat, 18 September 2026 - 11:34 WIB

Satbinmas Polres Barelang Salurkan Bansos kepada Lansia Annisa Batam — Batam Hari Ini

Jumat, 18 September 2026 - 11:17 WIB

Prabowo Soroti Dana Pemda yang Tersimpan di Bank, Nilainya Capai Rp 234 T

Berita Terbaru

Headline

Prabowo: Anggaran Pertahanan Indonesia Paling Kecil di ASEAN

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:51 WIB