Payakumbuh — Dari rumah sederhana di kawasan Pasar Ibuh, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, dua bersaudara muda membuktikan bahwa mimpi besar tak harus lahir dari keluarga berada.
Mereka adalah Arik Alfiki dan Aditia Alfiki, putra dari Dedi Hendri, seorang pedagang daging yang akrab disapa Aseng dan juga Ketua Pasar Payakumbuh.
Meski berasal dari keluarga sederhana, keduanya berhasil menorehkan prestasi hingga diakui dunia.
Dari kamar kecil di rumahnya, mereka mengasah kemampuan di bidang keamanan siber (cyber security) dan kini nama mereka tercatat di antara para peneliti teknologi internasional.
Sang adik, Aditia Alfiki, baru-baru ini mendapat pengakuan dari Apple Inc. Namanya terdaftar dalam laman Security Researcher Acknowledgment perusahaan tersebut, setelah berhasil menemukan celah keamanan pada sistem Apple.
Tidak hanya Apple, Aditia juga menemukan kerentanan serupa di berbagai lembaga besar dunia, seperti NASA, Harvard University, UNESCO, Vidio.com, dan Paragon Corp (Wardah), serta ratusan institusi lainnya.
Pencapaian itu menempatkan Aditia sejajar dengan peneliti keamanan siber internasional yang diakui oleh lembaga-lembaga terkemuka.
Sementara sang kakak, Arik Alfiki, lebih dulu dikenal publik pada tahun 2019 setelah menemukan celah keamanan pada sistem Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Saat ini Arik berkarier di industri teknologi informasi nasional dan terlibat dalam pengembangan sistem yang digunakan sejumlah perusahaan besar di Jakarta.
Keberhasilan dua bersaudara ini menjadi kebanggaan bagi sang ayah, Dedi Hendri, yang setiap hari berjualan daging di Pasar Ibuh.
Ia menilai kerja keras dan tekad kedua anaknya menjadi contoh bahwa latar belakang bukan penghalang untuk meraih cita-cita.
“Kalau orang tua tidak punya nama besar, maka ukirlah namamu sampai orang akan bertanya: Anak siapakah kamu?” ujar Dedi dengan nada haru.
Ungkapan itu kini menjadi prinsip hidup bagi Arik dan Aditia. “Kami bukan dari keluarga pewaris, tapi dari keluarga perintis,” kata mereka.
Prestasi Aditia juga mendapat apresiasi dari Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta.
Ia menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pemuda daerahnya yang mampu berkontribusi di tingkat global.
“Saya mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa ini. Aditia Alfiki adalah bukti bahwa pemuda dari Ranah Minang, khususnya Kota Payakumbuh, mampu bersaing dan memberikan kontribusi di tingkat dunia,” kata Zulmaeta.
Ia menambahkan, pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengasah kemampuan dan berinovasi.
“Ini momentum untuk mendorong pendidikan dan literasi digital sejak dini. Pemerintah kota akan terus mendukung talenta muda agar mampu melangkah lebih jauh lagi,” ucapnya.
Aditia Alfiki tercatat sebagai alumni SMA Negeri 4 Payakumbuh. Dari rumah sederhana di kawasan Pasar Ibuh, ia dan sang kakak mempelajari dunia siber secara otodidak melalui komunitas daring dan pengalaman praktik.
Perjalanan Arik dan Aditia Alfiki menunjukkan bahwa talenta besar tidak selalu lahir dari kota besar.
Dari Payakumbuh, mereka membuktikan bahwa semangat, integritas, dan kerja keras dapat membawa seseorang menembus batas prestasi hingga ke tingkat dunia. (red)
Editor : Rachmail Gucci













