Warga Wonorejo Bangkitkan Ekonomi Lewat Rehabilitasi Mangrove Bersama LindungiHutan

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejak 2008, masyarakat di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya, aktif melakukan rehabilitasi mangrove secara swadaya. Namun, keterbatasan dana membuat upaya tersebut berjalan lambat, hingga akhirnya pada 2021 mereka menjalin kolaborasi dengan platform konservasi LindungiHutan.

“Awalnya kami bergerak tanpa dana APBD, hanya atas dasar kepedulian dari masyarakat. Tantangan terbesar ya pendanaan. Kehadiran LindungiHutan membantu membuka akses,” kata Ahmad David (37), pegiat lingkungan dan mitra petani mangrove Wonorejo, Jumat (26/8).

David menyebutkan, sejak program berjalan, masyarakat merasakan manfaat ganda. Ekonomi lokal tumbuh lewat usaha penyemaian bibit, penanaman, dan pengolahan buah mangrove menjadi sirup maupun dodol. “Dampak sosialnya, warga makin peduli lingkungan. Gotong royong lebih kuat,” ujarnya.

Secara ekologis, kondisi pesisir juga membaik. Abrasi berkurang, udara lebih bersih, dan keanekaragaman hayati meningkat, termasuk munculnya kembali burung migran Great Egret (Ardea alba). Burung berleher panjang berwarna putih itu dikenal sebagai spesies migran yang melintasi jalur East Asian–Australasian Flyway, dari Asia Timur hingga Australia.

Kehadirannya menjadi tanda penting, termasuk habitat pesisir kembali sehat. “Great Egret datang karena ada makanan yang cukup. Akar mangrove jadi tempat ikan dan udang berkembang biak, dan itu menarik burung pemangsa seperti egret. Artinya rantai makanan kita sudah mulai pulih,” jelas David.

Kendati demikian, tantangan masih ada, terutama sampah plastik dan limbah industri yang memengaruhi kualitas air, termasuk meninggalkan bau dan warna hitam pekat. “Kalau pohon bisa tumbuh, sampah masih jadi musuh utama,” tutur David.

CEO LindungiHutan, Miftachur “Ben” Robani, menegaskan bahwa keterlibatan warga lokal menjadi kunci keberlanjutan program. “Restorasi bukan hanya menanam pohon, tapi juga melibatkan masyarakat dalam pemantauan jangka panjang. Ketika warga merasa memiliki, hutan akan terjaga,” katanya.

Penelitian menyebutkan mangrove menyimpan 3–5 kali lebih banyak karbon per unit area dibanding hutan daratan tropis. Dalam hal perlindungan pesisir, mangrove bisa mengurangi energi gelombang hingga 66% dalam 100 m area, atau 75% dalam 200 m, tergantung kepadatan dan struktur fisiknya.

David berharap kolaborasi ini diperkuat dengan pelatihan dan pendampingan keterampilan. “Kami ingin keberlanjutan, bukan hanya menanam. Untuk donatur juga kami harap terus mendukung karena dampaknya nyata bagi ekonomi dan lingkungan,” tutupnya.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Daerah

61 Personel Payakumbuh Dikerahkan ke Lokasi Banjir Solok

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:37 WIB

Headline

Iran dan Afghanistan Perluas Kerja Sama Pertanian

Rabu, 23 Sep 2026 - 13:51 WIB