PAYAKUMBUH – Serangan dari posisi Walikota Payakumbuh terjadi dengan sungguh -sungguh dalam pertemuan pleno yang terjadi di ruang sidang DPRD Kota Payakumbuh, Senin (03/03/2025).
Pada kesempatan itu, Zulmaeta menekankan komitmennya untuk membawa Payakumbuh ke arah yang lebih maju melalui kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada kami adalah mandat yang hebat. Kami mengundang semua elemen untuk bersama -sama membangun Kota Payakumbuh untuk menjadi lebih baik di masa depan,” kata walikota Payakumbuh Zulmaeta.
“Kami benar -benar membutuhkan kritik dan saran konstruktif sebagai bagian dari tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab,” katanya.
Dia juga mengundang masyarakat untuk bersatu kembali setelah pemilihan kepala regional (Pilkada) 2024. Menurutnya, perbedaan dalam pandangan politik adalah bagian dari demokrasi, tetapi sekarang adalah waktu bagi semua orang untuk fokus bersama dengan pembangunan.
“Gadis besar terakhir, Kiambang Batawik. Sudah waktunya kita berpegangan tangan dan bekerja sama untuk kemajuan Payakumbuh,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Zulmaeta menjelaskan delapan agenda strategis (Asta Cita Payakumbuh) yang menjadi prioritas utama pemerintahannya dengan Elzadaswarman, seperti “
Tata kelola bersih, transparan, dan berdasarkan layanan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan pusat perbelanjaan yang nyaman, pengelolaan limbah berdasarkan partisipasi masyarakat.
Kemudian peningkatan layanan kesehatan yang lebih adil dan berkualitas, penciptaan lapangan kerja yang kompetitif dan inklusif, memperkuat sektor pendidikan dengan menyediakan beasiswa bagi siswa yang luar biasa dan kurang mampu.
Selain itu, peningkatan keamanan dan ketertiban melalui pendekatan berbasis budaya dan agama dan pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan untuk mendukung kota -kota yang layak huni.
Zulmaeta menekankan bahwa semua kebijakan akan dipandu oleh Peraturan Regional No. 6 tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Regional (RPJPD) 2025-2045.
Implementasi program akan diuraikan dalam Rencana Pengembangan Jangka Menengah Regional (RPJMD) 2025-2030, yang ditargetkan akan selesai pada Agustus 2025.
Pada kesempatan itu, penjabat walikota Payakumbuh untuk periode Mei 2024 – Februari 2025, suprayitno, menyatakan penghargaannya atas kerja sama yang telah ditetapkan selama periode transisi kepemimpinan.
“Kami telah mencoba melaksanakan tugas kami sebaik mungkin. Namun, tentu saja masih ada banyak yang harus ditingkatkan dan dikembangkan lebih lanjut. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada DPRD, Forkopimda, ASN, dan semua orang yang telah mendukung pemerintah selama periode transisi,” kata suprayitno.
Dia juga menekankan komitmennya untuk terus membantu Kota Payakumbuh, meskipun kembali bertugas di tingkat pusat.
“Tolong manfaatkan keberadaan saya di pusat. Saya siap membantu Payakumbuh kapan pun dibutuhkan,” katanya.
Sementara itu, gubernur Sumatra Barat yang diwakili oleh staf ahli Jasman juga menghadiri acara tersebut dan menyatakan apresiasinya atas proses proses demokrasi di Kota Payakumbuh.
“Kami mengucapkan selamat kepada walikota dan wakil walikota Payakumbuh yang baru saja diresmikan. Kota ini telah menunjukkan bagaimana demokrasi dilakukan dengan baik. Pemilihannya aman dan kondusif, mencerminkan kematangan politik komunitas Payakumbuh,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur -unsur Forkopimda, sekretaris Rida Ananda, asisten, staf ahli, kepala OPD, pemimpin lembaga vertikal, Bumn, BUMD, LKAAM, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, pemimpin masyarakat dan undangan lainnya.
RubrikPos.com Network















Komentar