Payakumbuh – Calon Wali Kota Payakumbuh nomor urut 4, Erwin Yunaz, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Payakumbuh sebagai kota kreatif yang ramah pemuda dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Payakumbuh.
Diskusi yang berlangsung di X Sky Way Present, Jalan Jeruk, Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Senin (28/10/2024) malam itu, selain Erwin yunaz (HEY), juga dihadiri calon wali kota lainnya yaitu Zulmaeta dan YB. Dt. Parmato Alam.
Acara ini juga menghadirkan berbagai pihak terkait, mulai dari Bawaslu Kota Payakumbuh, Kesbangpol Kota Payakumbuh, hingga organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, Uda-Uni Kota Payakumbuh, KNPI, serta 13 perwakilan BEM dari Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.
Diskusi publik tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam membahas isu kepemudaan dan ekonomi kreatif sebagai pilar penting pembangunan daerah.
Erwin, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Payakumbuh, menyampaikan bahwa pemimpin daerah harus memiliki visi yang kuat dalam mengakomodasi kebutuhan pemuda serta mendukung sektor ekonomi kreatif yang kini sebagian besar digerakkan oleh kaum muda.
Menurutnya, 80 persen pelaku ekonomi kreatif di Indonesia adalah pemuda, sehingga pembangunan di sektor ini dapat mendorong inovasi dan membuka lapangan pekerjaan baru.
“Pemuda adalah calon pemimpin masa depan, dan mereka harus dipersiapkan sejak dini. Untuk itu, dalam visi kami, Payakumbuh akan kami jadikan kota event dengan target 100 kegiatan per tahun yang berbasis ekonomi kreatif. Masing-masing kelurahan akan mendapat dukungan anggaran untuk mengadakan minimal tiga event prioritas, dan semua kegiatan ini melibatkan pemuda serta 17 subsektor ekonomi kreatif,” ungkap Erwin.
Erwin juga mengingatkan kembali perannya pada 2019, di mana ia turut serta dalam deklarasi Payakumbuh Creative City Forum yang menjadikan Payakumbuh kota kedua di Sumatera Barat, setelah Padang, yang berkomitmen pada konsep kota kreatif. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti bahwa Payakumbuh memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kota yang berorientasi pada inovasi dan kreativitas.
Mengusung prinsip “seeing the past, present, and future,” Erwin menyampaikan bahwa rekam jejak adalah salah satu aspek penting dalam menilai kemampuan seseorang untuk menjadi pemimpin. Ia menekankan bahwa visi pembangunan Payakumbuh harus berfokus pada perubahan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di masa depan.
Diskusi juga mengangkat topik Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah diterapkan sejak 2011. Erwin menilai bahwa regulasi ini perlu dievaluasi agar lebih adaptif dengan situasi saat ini. Ia mengusulkan revisi terhadap Perda KTR untuk mendukung keterlibatan sektor ekonomi kreatif tanpa mengurangi nilai-nilai kesehatan publik yang ingin dijaga.
“Perubahan itu tidak bisa dihambat. Kita perlu menciptakan regulasi yang memungkinkan para pemuda berkembang sesuai tantangan zaman. Dalam hal ini, Perda KTR harus memberikan ruang bagi kolaborasi dengan industri, termasuk industri rokok sebagai sponsor yang dapat mendukung kreativitas, selama tetap menghormati kearifan lokal yang ada,” jelas Erwin.
Ia menyatakan bahwa semua sektor ekonomi kreatif wajib didorong, termasuk potensi kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar yang dapat menjadi sponsor kegiatan tanpa menabrak nilai lokal. Menurutnya, langkah konkret yang bisa diambil adalah dengan melakukan penyesuaian regulasi agar tidak menghambat inovasi, tetapi juga tetap melindungi masyarakat dari dampak negatif.
“Revisi terhadap Perda KTR ini perlu disusun dengan cermat agar dapat memberikan ruang yang tepat bagi sektor kreatif, termasuk pemuda, untuk berkembang. Masa depan adalah kolaborasi, dan kita perlu menemukan formula yang paling efektif sehingga kreativitas di Payakumbuh dapat tumbuh secara maksimal,” pungkas Erwin.
Rangkaian diskusi publik ini menjadi momen penting untuk menggali lebih dalam gagasan para calon pemimpin kota, khususnya dalam upaya menjadikan Payakumbuh sebagai kota yang maju melalui peran pemuda dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (red)
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Erwin Yunas (HEY)















Komentar