Lima Puluh Kota — Nagari Sikabu Tanjung Aro Padang Panjang (Sitapa), Kecamatan Luak, kini berada di bawah sorotan nasional setelah terpilih sebagai satu-satunya perwakilan dari Sumatera Barat dalam Lomba Desa Berprestasi Nasional 2024.
Tim Klarifikasi Lapangan dari Kementerian Dalam Negeri tiba di Nagari Sitapa untuk melakukan verifikasi data dan kondisi lapangan, sebuah langkah krusial yang akan menentukan apakah desa ini layak mendapatkan gelar bergengsi tersebut.
Kunjungan ini menandai fase penting bagi Nagari Sitapa, yang selama beberapa bulan terakhir telah menjalani serangkaian proses seleksi ketat di tingkat kabupaten, provinsi, hingga regional.
Terpilihnya Nagari Sitapa dalam daftar lima besar desa di Regional I Sumatera bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari berbagai upaya pengelolaan potensi lokal yang konsisten.
Destinasi wisata Folka, yang dikelola oleh BUMNag Sitapa, menjadi salah satu aset utama yang dipresentasikan kepada tim penilai.
Dengan pendapatan yang mencapai Rp.300 juta pada tahun 2023, Folka tidak hanya menjadi sumber pemasukan desa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Selain itu, digitalisasi desa melalui Open SID juga menjadi nilai tambah, menjadikan Nagari Sitapa sebagai salah satu desa yang paling informatif di Sumatera Barat selama empat tahun berturut-turut.
Namun, di balik pencapaian ini, proses verifikasi lapangan tidak hanya akan mengandalkan angka dan data. Tim penilai akan melihat langsung bagaimana program-program tersebut diimplementasikan dan seberapa besar dampaknya bagi masyarakat.
Wali Nagari Sitapa, Nofrizal, mengungkapkan keyakinannya bahwa desa ini siap menghadapi tantangan tersebut.
“Kami telah bekerja keras untuk memastikan bahwa semua program yang kami jalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Verifikasi ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa Nagari Sitapa bukan hanya unggul di atas kertas, tetapi juga dalam praktik sehari-hari,” tegas Nofrizal, Jumat (30/08/2024).
Ketua Tim Penilai, Harliandi Mulyadjaya, menekankan pentingnya tahap verifikasi ini sebagai bagian dari penilaian keseluruhan.
“Kami di sini untuk memastikan bahwa apa yang dilaporkan benar-benar terealisasi di lapangan. Ini bukan sekadar penilaian administratif, tetapi juga melihat dampak langsung dari kebijakan dan program desa,” ujar Harliandi.
Warga dan pemerintah desa telah mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi verifikasi ini. Dari hasil kerja keras mereka, harapan tinggi terpancang bahwa Nagari Sitapa akan membawa pulang prestasi yang tidak hanya mengharumkan nama desa, tetapi juga Sumatera Barat di kancah nasional.
Proses verifikasi ini bukan sekadar formalitas. Nagari Sitapa harus membuktikan bahwa mereka layak menjadi juara, dan seluruh mata kini tertuju pada hasil akhir dari tahap penilaian ini.
Jika berhasil, Nagari Sitapa akan menjadi bukti bahwa desa kecil dengan manajemen yang baik dan partisipasi aktif masyarakat dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan di tengah persaingan yang ketat. (red)
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita : Pemkab 50 Kota













