Elzadaswarman dukung roadmap Sumbar Bebas Sampah 2029, dorong penguatan infrastruktur

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman – Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mendukung percepatan target Sumatera Barat Bebas Sampah 2029 dengan memperkuat pengurangan sampah dari sumber dalam Rapat Koordinasi Permasalahan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah, dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) se-Sumatera Barat yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat di Padang Pariaman, Selasa (14/07/2026).

Rakor yang dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, para bupati dan wali kota, serta kepala dinas lingkungan hidup se-Sumbar itu membahas penyusunan roadmap pengelolaan sampah sebagai langkah mempercepat penyelesaian persoalan sampah di daerah sekaligus mendukung target nasional pengelolaan sampah.

“Pemko Payakumbuh mendukung penuh penyusunan roadmap pengelolaan sampah Sumatera Barat. Penanganan sampah harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat agar target Sumbar Bebas Sampah 2029 dapat diwujudkan,” kata Wawako Elzadaswarman.

Ia mengatakan Pemko Payakumbuh terus mengarahkan kebijakan pengelolaan sampah pada pengurangan timbulan sejak dari sumber melalui edukasi masyarakat, penguatan penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), serta peningkatan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Elzadaswarman, upaya tersebut perlu didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana persampahan yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan beban tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

“Dukungan tersebut akan mempercepat peningkatan kualitas pengelolaan sampah di daerah,” ujarnya.

Dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat meminta seluruh pemerintah daerah di Sumbar segera menyusun roadmap pengelolaan sampah sebagai pedoman bersama dalam menyelesaikan persoalan sampah.

Pemerintah pusat juga menyatakan siap merespons usulan bantuan daerah seiring penyesuaian anggaran kementerian. Menteri menyebut persoalan sampah merupakan isu nasional yang memerlukan penanganan serius.

Secara nasional sekitar 74 persen sampah masih belum terkelola dengan baik dan sekitar 70 persen TPA masih menggunakan sistem open dumping sehingga memerlukan transformasi menuju pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.

“Arahan pemerintah pusat menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan sampah dari hulu. Sinergi yang baik antara pusat, provinsi, dan daerah akan menjadi kunci keberhasilan mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” kata Elzadaswarman.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan pemerintah provinsi terus mendorong pengurangan sampah dari sumber melalui pembatasan timbulan sampah, pemanfaatan kembali, dan daur ulang.

Pemprov juga meluncurkan Buku Saku 101 Pengolahan Sampah serta menargetkan penerapan program zero waste di seluruh organisasi perangkat daerah sebagai bagian dari strategi menuju Sumbar Bebas Sampah 2029.

Elzadaswarman menambahkan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama. Ketika setiap rumah tangga mulai mengurangi sampah dari sumbernya, target Sumbar Bebas Sampah 2029 akan lebih cepat tercapai,” pungkasnya. (red)

Berita Terkait

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul
Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja
DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung
BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran
Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas dalam Penyidikan AKBP Ady Herwiyanto
MBG Dibiayai Pajak, 6.097 Dapur Ditangguhkan Karena Pelaporan Tidak Terorganisir
Guru PPPK Riau Demo ke DPRD, Tuntut Kenaikan TPP untuk Perjelas Status

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:53 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul

Senin, 2 November 2026 - 21:31 WIB

Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung

Senin, 2 November 2026 - 14:40 WIB

BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

Senin, 2 November 2026 - 14:20 WIB

Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran

Berita Terbaru