Senin, 28 September 2026 – 10:00 WIB
VIVA –Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang perempuan diduga korban pemerkosaan dan perampokan di Kendari, Sulawesi Tenggara, menangis saat polisi menemui tersangka. Anehnya, tersangka ternyata adalah mantan suaminya sendiri.
Basarnas Ungkap 6 Bahaya yang Membuat Penyelam Tak Bisa Masuk Seluruh Bagian KM Virgo
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat korban dan tersangka bertemu di salah satu ruangan kantor Polres Kendari. Kasat Reskrim Polres Kendari Kompol Welliwanto Malau dan anggota polisi lainnya juga terlihat berada di dalam ruangan.
Video yang viral pekan lalu memperlihatkan korban dan tersangka sedang berbincang. Tak lama kemudian, korban tiba-tiba menangis. Melihat korban seperti itu, Kompol Welliwanto langsung memintanya berhenti menangis.
![]()
71 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, Basarnas Ganti Kapal dan Perluas Pencarian
“Begini Bu, jangan menangis Bu,” kata Welliwanto.
![]()
Basarnas Kembali Temukan Korban KM Virgo Transport-8, 64 Meninggal dan 71 Masih Dicari
Peristiwa tersebut kemudian menuai kecaman dari masyarakat. Tindakan mempertemukan korban dan tersangka dinilai masyarakat tidak etis karena dapat memperparah trauma yang dialami korban. Menyusul kritikan luas, Polres Kendari mengeluarkan permintaan maaf.
“Atas nama pimpinan Polres Kendari, kami meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian yang tengah menyita perhatian di media sosial ini. Apabila dalam kejadian tersebut ada sikap atau tindakan anggota kami yang kurang pantas atau menimbulkan ketidaknyamanan, kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya,” kata Kapolres Kendari, Kompol. Safi’i Nafsikin, dalam keterangan resminya dikutip dari akun Instagram resmi Polres Kendari, Senin 28 September 2026.
Polres Kendari menyatakan kritik dan perhatian masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi lembaganya. Evaluasi ini dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan tugas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi perhatian, kritik dan masukan masyarakat. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi internal bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain menyampaikan permintaan maaf, Polres Kendari juga menegaskan pentingnya setiap anggota mengedepankan etika dan sikap humanis dalam menjalankan tugasnya. Polisi memastikan perbaikan terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kami tegaskan, setiap personel Polres Kendari dalam menjalankan tugasnya harus selalu menjunjung tinggi etika, profesionalisme, humanisme, dan mematuhi peraturan yang berlaku. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” demikian keterangan resminya.
Halaman Berikutnya
{{ DdxmzOFv5ng/ }}
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














