Payakumbuh — Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda menyatakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II harus melahirkan pemimpin birokrasi yang mampu mengelola perubahan, bukan sekadar menghasilkan gagasan inovatif.
Hal itu disampaikannya saat meluncurkan dan penandatanganan komitmen bersama proyek perubahan peserta PKN Tingkat II di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (09/07/2026).
Menurut Rida, pelatihan kepemimpinan menjadi instrumen penting untuk membentuk ASN yang memiliki kemampuan manajerial dalam mendiagnosis persoalan, menyusun strategi, menggerakkan tim, membangun kolaborasi lintas sektor, serta memastikan setiap kebijakan memberi dampak bagi masyarakat.
“Bapak Wali Kota sebagai pembina ASN menekankan bahwa pelatihan kepemimpinan ini bukan hanya menghasilkan gagasan inovatif, tetapi juga melatih kapasitas manajerial para pejabat kita,” kata Sekda Rida Ananda.
“Mereka harus mampu mendiagnosis masalah, merancang strategi, menggerakkan tim, membangun kolaborasi lintas sektor, dan memastikan perubahan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia mengatakan proyek perubahan yang dipresentasikan peserta PKN Tingkat II menjadi bukti bahwa inovasi birokrasi harus lahir dari kemampuan membaca persoalan strategis daerah dan diterjemahkan ke dalam program yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Salah satu proyek perubahan berasal dari Kepala Dinas Pendidikan melalui inovasi BERNALAR yang dirancang untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar dengan memanfaatkan teknologi, pendekatan deep learning, dan kecerdasan buatan.
Program tersebut juga diperkuat melalui penyusunan modul, pembentukan tim efektif, penerbitan regulasi, pelatihan guru, hingga implementasi di sekolah dasar.
“Ini adalah bukti kepemimpinan yang mampu mengelola perubahan secara sistematis, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengusung inovasi pengelolaan persampahan berbasis ekonomi sirkular dan kemandirian lingkungan sebagai solusi menghadapi timbunan sampah serta perubahan sistem pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA).
Program tersebut mendorong pemilahan sampah dari rumah tangga, pengolahan sampah organik, pengembangan bank sampah, dan kolaborasi aktif masyarakat.
Rida menilai pendekatan tersebut menunjukkan kepemimpinan yang mampu mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Ini adalah kepemimpinan yang mampu menggerakkan masyarakat, mengubah cara pandang, dan menjadikan setiap warga sebagai agen perubahan,” katanya.
Ia menambahkan kedua proyek perubahan tersebut merupakan laboratorium kepemimpinan yang memperlihatkan kemampuan peserta dalam menganalisis persoalan strategis, merancang solusi inovatif, dan memastikan keberlanjutan perubahan.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh Dafrul Pasi mengatakan Pemko Payakumbuh mengikutsertakan dua ASN dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Salah satu tahapan wajib dalam pelatihan tersebut ialah Seminar Aksi Perubahan sebagai forum mempresentasikan rancangan proyek perubahan yang akan diterapkan di instansi masing-masing.
“Seminar Aksi Perubahan menjadi tahapan penting karena peserta tidak hanya mempresentasikan gagasan, tetapi juga menunjukkan kesiapan mengimplementasikan proyek perubahannya,” pungkasnya. (red)















