Padang – Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang (Sapaku), Kecamatan Payakumbuh Selatan, menyuguhkan wajah baru tata kelola pemerintahan tingkat bawah yang tidak lagi sekadar berkutat pada urusan administrasi kertas.
Mewakili Kota Payakumbuh dalam Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026, kelurahan ini mengombinasikan digitalisasi pelayanan, ketahanan pangan lokal, dan pelestarian adat sebagai senjata utama menuju nasional.
Dalam pemaparan penilaian yang berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (30/06/2026), tim Sapaku sukses menarik perhatian tim penilai melalui enam inovasi komprehensif yang dirancang untuk menjawab tantangan Indonesia Emas 2045.
Di sektor pelayanan publik, Kelurahan Sapaku mendobrak stigma birokrasi yang kaku lewat aplikasi Sapakukece (Pelayanan Online). Melalui sistem ini, warga tidak perlu lagi mengantre panjang untuk mengurus dokumen.
Guna memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam ekosistem digital, program Sang Utama diluncurkan sebagai gerakan “jemput bola” untuk memperbarui data kependudukan langsung ke pintu-pintu rumah warga.
”Dua inovasi ini memastikan bahwa digitalisasi tidak menciptakan jarak, melainkan memotong jalur birokrasi menjadi lebih cepat, mudah, dan transparan bagi setiap lapisan masyarakat,” kata Lurah Sawahpadang Aua Kuniang, Deop Darius.
Tidak hanya unggul di ruang digital, kelurahan ini mengambil peran ekstrem dalam isu makro nasional, inflasi dan dampak perubahan iklim.
Melalui inovasi Warbiasa, warga diajak aktif melakukan pelestarian lingkungan sekaligus memutar roda ekonomi sirkular berbasis pengelolaan limbah.
Langkah konkret ini diperkuat dengan gerakan Pemberdayaan Kelompok Tani, di mana lahan-lahan tidur yang awalnya telantar disulap menjadi area pertanian produktif.
Gerakan ini terbukti efektif menjadi benteng pertahanan pangan lokal sekaligus penekan laju inflasi komoditas utama di wilayah tersebut.
Sisi humanis dan identitas lokal tetap menjadi fondasi pembangunan. Melalui program Saku Taba, pemerintah kelurahan sukses mengintegrasikan pelestarian adat budaya Minangkabau dengan promosi produk UMKM lokal untuk mendongkrak daya saing wilayah.
Sinergi budaya ini diperkuat secara institusional oleh Koperasi Merah Putih, yang bertindak sebagai promotor sekaligus inkubator bisnis masyarakat untuk merangsang lahirnya peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Melihat inovasi yang disajikan, Pemko Payakumbuh optimistis, melalui Asisten Administrasi Umum Setdaki Payakumbuh, Ifon Satria Chan, yang hadir mendampingi langsung, sangat bangga atas pencapaian kelurahan ini.
”Sawahpadang Aua Kuniang memberikan contoh bagaimana sebuah kelurahan mampu menjadi pilar ketahanan nasional,” ujar Ifon.
“Mereka tidak hanya melayani, tapi juga melindungi lingkungan, menjaga isi dompet warga dari inflasi, dan merawat akar budaya. Kami sangat optimistis prestasi terbaik di tingkat provinsi dan nasional bisa kita raih,” pungkasnya.
Turut hadir Staf Ahli Wali Kota, Kepala Bagian Pemerintahan Danil Defo, Sekretaris Camat Payakumbuh Selatan Ade Vianora, serta jajaran tokoh masyarakat Sawahpadang Aua Kuniang. (red)
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita : Pemko Payakumbuh















