Kenaikan Tarif Baja AS Jadi Momentum Krakatau Steel Perkuat Posisi Global

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir Mei 2025 mengumumkan peningkatan tarif impor baja dan aluminium dari 25 persen menjadi 50 persen. Kebijakan proteksionis yang dikenal sebagai “Tarif Trump 2.0” ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri baja global, termasuk bagi Krakatau Steel, perusahaan baja terbesar di Indonesia.

Sejak penerapan tarif pertama pada 2018, Krakatau Steel sudah merasakan dampak perlambatan ekspor ke pasar AS. Namun, AS bukan pasar utama bagi baja Indonesia yang mayoritas mengekspor ke Asia Tenggara, Jepang, dan Timur Tengah. Kenaikan tarif ini, meski memperketat akses ke pasar AS, justru mendorong Krakatau Steel Group dan pelaku industri baja nasional untuk semakin fokus memperkuat daya saing dan memperluas pasar di kawasan regional dan global.

Menatap Peluang di Tengah Tantangan

Krakatau Steel menyikapi kebijakan baru ini dengan optimisme dan strategi adaptif. Menurut Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/KRAS,  Akbar Djohan, diversifikasi pasar menjadi prioritas utama. Dengan memperkuat jaringan pasar di ASEAN, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika. Krakatau Steel berupaya mengurangi ketergantungan pada pasar yang rawan perubahan kebijakan proteksionis. Pasar-pasar ini memiliki kebutuhan baja yang terus tumbuh, seiring dengan perkembangan infrastruktur dan industri di kawasan.

Selain itu, Krakatau Steel fokus mengembangkan produk baja bernilai tambah tinggi maupun peningkatan produksi domestik dengan mengembangkan industri hilir baja-aluminium, maupun inovasi produk lainnya, seperti baja khusus untuk otomotif, konstruksi berkelanjutan, dan teknologi tinggi, serta dapat meningkatkan daya saing serta membuka peluang di segmen pasar premium yang lebih stabil dan kurang sensitif terhadap harga.

Yang tidak kalah penting, peningkatan efisiensi produksi dan penggunaan teknologi modern menjadi kunci untuk menekan biaya produksi. Dengan mengadopsi teknologi industri 4.0 dan proses manufaktur yang ramah lingkungan, Krakatau Steel berkomitmen menjaga kualitas produk sekaligus menekan dampak lingkungan.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza menyatakan, Krakatau Steel memegang peran sangat strategis dalam memperkokoh pondasi industri baja nasional. Dengan peningkatan kapasitas produksi dan inovasi produk, Krakatau Steel tidak hanya membantu memperkuat ketahanan rantai pasok domestik tetapi juga membuka peluang ekspansi pasar di kawasan regional.

Sinergi dengan Kebijakan Pemerintah

Pemerintah Indonesia juga memainkan peran strategis dengan mendorong kebijakan perdagangan yang proaktif. Melalui kerja sama regional seperti ASEAN dan perjanjian perdagangan bebas (FTA), pemerintah berupaya memperluas akses pasar bagi produk baja Indonesia. Selain itu, dukungan insentif untuk peningkatan teknologi dan hilirisasi industri baja di dalam negeri menjadi bagian dari upaya memperkuat industri nasional.

Lebih jauh, pemerintah dan Krakatau Steel perlu terus memantau kebijakan perdagangan global dan respons negara-negara mitra dagang AS, agar dapat merespons secara cepat dan strategis terhadap perubahan dinamika pasar.

Seorang pengamat ekonomi industri, menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan global, dukungan kebijakan pemerintah yang proaktif sangat diperlukan. Kebijakan tersebut harus mendorong inovasi dan daya saing Krakatau Steel agar dapat memanfaatkan peluang yang semakin terbuka di pasar ekspor, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Selain itu, pemerintah juga perlu membuka akses pasar baru di luar AS dan memperkuat posisi dalam kerja sama regional seperti RCEP dan ASEAN+3. Bagi pelaku industri, strategi adaptasi harus mencakup diversifikasi sumber bahan baku, efisiensi proses produksi, dan penguatan kemitraan dagang dengan negara non-AS.

Optimisme Menyongsong Masa Depan

Langkah Trump adalah bagian dari tren neo-merkantilisme global yang mulai menggantikan era globalisasi neoliberal. Dunia perlu menyadari bahwa stabilitas perdagangan tak bisa hanya bergantung pada goodwill satu negara adidaya. Kerja sama regional, penguatan industri domestik, dan diplomasi aktif adalah kunci agar negara-negara seperti Indonesia tidak menjadi korban-melainkan aktor dalam redefinisi ekonomi global.

Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat industri baja nasional. Menurutnya, dukungan teknologi modern dan kebijakan perdagangan yang kondusif menjadi kunci agar Krakatau Steel mampu bersaing di pasar global dan sekaligus mendukung pembangunan industri manufaktur nasional.

Kenaikan tarif baja AS bukanlah hambatan yang mengakhiri peluang Krakatau Steel, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi bisnis dan bersaing lebih sehat di pasar global. Dengan strategi diversifikasi pasar, inovasi produk, efisiensi produksi, dan dukungan kebijakan yang sinergis, Krakatau Steel optimistis dapat mempertahankan posisi sebagai pilar utama industri baja Indonesia dan memperluas jejaknya di kancah internasional.

Industri baja Indonesia kini tengah memasuki era baru yang penuh tantangan sekaligus peluang. Krakatau Steel dan seluruh pelaku industri diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan inovasi dan semangat yang kuat, demi masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan. (*)

Tentang Krakatau Steel Tbk

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1971. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri maupun penyediaan energi dalam bentuk power plant serta beberapa ventura bersama dengan perusahaa Korea dan Jepang.

Krakatau Steel saat ini berkomitmen kuat untuk melakukan transformasi dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform” yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, membangun kepercayaan dan transparansi dengan pemangku kepentingan, serta menarik investor. Transformasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk perbaikan Human Capital, pengembangan bisnis hilir, dan peningkatan bisnis infrastruktur.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyerahkan Bantuan Permakanan Triwulan III kepada warga rentan di Kantor Dinas Sosial Payakumbuh, Selasa (29/9/2026).

Daerah

85 Warga Rentan Payakumbuh Terima Bantuan Permakanan

Selasa, 29 Sep 2026 - 16:39 WIB

Headline

Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, & BP Terbaru 28 Sep 2026

Senin, 28 Sep 2026 - 23:51 WIB

Headline

Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Seri Vs Malaysia

Senin, 28 Sep 2026 - 23:34 WIB