Upaya Restorasi Ekosistem, 1 Juta Pohon Tertanam Lewat Aksi Kolektif

- Redaksi

Minggu, 18 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan kolaboratif yang melibatkan komunitas, individu, dan berbagai mitra brand telah berhasil menghantarkan LindungiHutan pada tonggak penting dalam upaya penghijauan nasional. Hingga awal Mei 2025, sebanyak 1 juta pohon telah ditanam di lebih dari 40 lokasi penghijauan di Indonesia, sebagai bagian dari komitmen bersama memulihkan ekosistem hutan dan pesisir.

Indonesia menghadapi tantangan serius dalam hal kerusakan lingkungan. Data Global Forest Watch (2023) menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan sekitar 1,45 juta hektar tutupan pohon dalam satu dekade terakhir. Selain itu, sektor penggunaan lahan dan kehutanan masih menyumbang lebih dari 40% emisi gas rumah kaca nasional, menurut laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penanaman pohon menjadi salah satu solusi yang efektif dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Riset menunjukkan bahwa satu pohon dewasa mampu menyerap rata-rata 22 kg CO₂ per tahun. Dengan total penanaman yang mencapai 1 juta pohon, inisiatif ini diproyeksikan dapat menyerap lebih dari 48,9 ton emisi karbon dioksida dalam jangka panjang, memberikan kontribusi nyata terhadap target net zero emission Indonesia tahun 2060.

Kontribusi penanaman tidak hanya dilakukan oleh masyarakat umum, tetapi juga melibatkan lebih dari 600+ mitra brand, institusi pendidikan, komunitas lokal, hingga pelaku usaha mikro. Pola kolaborasi ini menunjukkan bahwa aksi kolektif lintas sektor dapat menjadi kekuatan utama dalam menjawab krisis iklim dan memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat tapak.

Sebaran kegiatan penghijauan mencakup kawasan hutan hujan tropis, daerah tangkapan air, hingga pesisir rentan abrasi, seperti di Mangunharjo (Semarang), Trimulyo, Pesisir Bedono, dan Pantai Bahagia (Bekasi). Di daerah pesisir seperti Mangunharjo, penanaman Rhizophora sp. tidak hanya memperkuat garis pantai, tetapi juga melindungi permukiman dan tambak dari risiko banjir rob yang kian sering terjadi.

“Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat sipil dan sektor swasta memiliki peran penting dalam mendorong aksi iklim. Hutan bukan hanya paru-paru dunia, tetapi juga perlindungan pertama bagi masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim,” ujar Miftachur “Ben” Robani, CEO dan Co-Founder LindungiHutan.

Inisiatif ini sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal, mulai dari petani bibit, komunitas tanam, hingga kelompok perempuan pesisir, yang mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari aktivitas penanaman. Model ini menunjukkan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan sosial dan pembangunan ekonomi lokal.

Ke depan, LindungiHutan menargetkan peningkatan kualitas keberlanjutan dengan fokus pada monitoring pertumbuhan pohon, digitalisasi pelaporan dampak, serta edukasi publik berbasis data. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola lingkungan yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis komunitas.

About LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 590 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 34 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Headline

Daftar Kode Redeem Heartopia Terbaru 18 Juli 2026

Rabu, 30 Sep 2026 - 04:17 WIB