Sekitarjambi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan ringan yang mulai membasahi sebagian besar kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi antara Minggu, 4 Oktober 2026 hingga Sabtu, 10 Oktober 2026. Hadirnya potensi hujan dengan intensitas tersebut akan membawa angin segar bagi penanganan dampak kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) sehingga menaikkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah tersebut. Kawasan Kota Jambi dan sekitarnya.
Meski demikian, BMKG mengingatkan, kondisi udara berkabut dan paparan sisa partikel asap masih berpotensi menutupi sejumlah wilayah pada pagi dan sore hari sebelum presipitasi awan hujan terbentuk sempurna. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk memanfaatkan momentum potensi curah hujan tersebut dengan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap fluktuasi perubahan cuaca pada peralihan musim.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II BMKG Depati Parbo Jambi Tri Agus Pramono pada Rabu 30 September 2026 mengatakan, pola pembentukan awan konvektif membawa hujan mulai terdeteksi meningkat sejak awal bulan.
Berdasarkan prediksi kami dari BMKG, pada tanggal 1 hingga 4 Oktober 2026 potensi hujan sudah ada di beberapa wilayah Jambi, kata Tri Agus Pramono.
Tri Agus Pramono dalam kesempatan yang sama menegaskan, kemunculan potensi hujan tersebut sangat krusial untuk mendukung efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disiapkan tim SATGAS.
Potensi awan hujan tersebut dapat dimaksimalkan dengan menabur garam agar intensitas hujan turun lebih merata untuk memadamkan titik api, tegas Tri Agus Pramono.
Sementara itu, Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Mareza Sutan, pada Sabtu, 3 Oktober 2026 merinci sebaran wilayah yang diperkirakan akan basah oleh hujan, mulai dari kawasan pemukiman padat hingga kawasan rawan karhutla.
BMKG memperkirakan hujan ringan dan kondisi udara berkabut akan melanda sejumlah wilayah Jambi pada Minggu 4 Oktober 2026, antara lain wilayah Muaro Jambi, Batanghari, Bungo, dan Sungai Penuh Kota dengan suhu udara berkisar 23 hingga 32 derajat Celcius, kata Mareza Sutan.
Mareza Sutan juga menyampaikan imbauan penting kepada pengguna moda transportasi darat, sungai, dan udara untuk tetap berhati-hati dalam memperhatikan jarak pandang yang sewaktu-waktu berpotensi berubah.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau update informasi cuaca BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara berkabut yang dapat mengganggu jarak pandang berkendara, kata Mareza Sutan.
Di sisi lain, Komandan Satuan Tugas KARHUTLA (DANSATGAS) Jambi, Kolonel Inf. Yuswanto, pada Sabtu, 3 Oktober 2026 mengatakan, tim pemadam kebakaran darat telah disiagakan untuk menyinkronkan pengerahan armada dengan datangnya curah hujan alami.
Potensi hujan yang dikeluarkan BMKG menjadi momentum berharga bagi Tim Satgas Gabungan untuk mempercepat pendinginan di titik-titik lahan gambut yang masih terdapat bara api di bawah permukaannya, kata Kolonel Inf. Yuswanto.
Kolonel Inf. Yuswanto mengingatkan, pembasahan lahan secara alami harus terus didukung dengan patroli yang ketat agar tidak muncul titik api baru akibat aktivitas pembukaan lahan yang sembarangan.
“Meski hujan mulai turun secara bertahap, kami akan terus melakukan patroli preventif dan tindakan tegas di wilayah rawan karhutla tanpa mengurangi kesiapsiagaan personel,” tegas Kolonel Inf. Yuswanto.
Dengan adanya potensi hujan merata dalam sepekan ke depan dan optimalisasi penyemaian awan yang dilakukan Satgas Gabungan, diharapkan kualitas udara di Provinsi Jambi segera pulih sepenuhnya. (K)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














