Berdasarkan data Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang dihimpun Databoks, belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejak era Presiden Joko Widodo hingga era Prabowo Subianto menunjukkan tren peningkatan.
Pada era Jokowi yang dimulai pada Oktober 2014 (dikombinasikan dengan periode terakhir kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2014) hingga tahun 2023, belanja negara berkisar antara Rp1.800 triliun hingga Rp3.100 triliun.
Memasuki era Prabowo pada Oktober 2024 (digabung dengan periode terakhir kepemimpinan Jokowi pada 2024), belanja sudah menembus Rp3.300 triliun.
LKPP menunjukkan pada tahun 2024 belanja negara mencapai Rp3.359,76 triliun. Kemudian naik lagi menjadi Rp3.435,46 triliun pada tahun 2025.
Pada tahun 2026, perkiraan atau prospek belanja negara sebesar Rp3.942,4 triliun atau 102,6% dari pagu APBN.
Katadata melaporkan bahwa perkiraan ini sudah memperhitungkan belanja tambahan sekitar Rp. 132 triliun untuk memenuhi kewajiban subsidi dan kompensasi.
Sedangkan untuk tahun 2027, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat mengalokasikan APBN sebanyak Rp4.106,3 triliun.
Melalui jalurnya, Kementerian Keuangan menyampaikan belanja negara didukung oleh pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp3.435,1 triliun dan didukung oleh pembiayaan yang inovatif dan terukur sebesar Rp671,2 triliun.
Defisit anggaran tahun 2027 ditargetkan sebesar 2,40% dari produk domestik bruto (PDB).
Kepada Antaranews, Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan belanja pada tahun 2027 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
“Baru kali ini dalam sejarah RI belanja negara melebihi Rp4.000 triliun. Ini bukan sekadar belanja besar, tapi juga tanggung jawab besar,” kata Suahasil dalam Forum Bisnis ANTARA di Jakarta, Rabu (23 September 2026).
“Pengungkapan: Ini adalah terjemahan artikel asli yang dibuat oleh AI. Kami mengupayakan keakuratan, namun perlu diingat bahwa terjemahan otomatis mungkin mengandung kesalahan atau sedikit inkonsistensi.”
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














