Jumat, 02 Oktober 2026 – 18:44 WIB
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dilantik menjadi Kapolri dalam upacara yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Sumber untuk JPNN.com
jpnn.comJAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (1/10) sekilas bisa dianggap sebagai upaya pembersihan loyalis Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).
“Sekilas, reshuffle yang baru dilakukan ini terasa seperti sterilisasi terhadap loyalis Jokowi,” kata Dedi melalui layanan pesan, Jumat (2/10).
Sebab, kata dia, Prabowo mencopot Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dan Pratikno sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang selama ini digadang-gadang berada di kubu Jokowi.
Hanya saja, lanjutnya, kehadiran Sigit di lingkaran Istana menandakan keraguan Prabowo untuk melakukan pembersihan total terhadap loyalis Jokowi.
Dedi mengatakan, reputasi pemerintahan Prabowo akan terpengaruh jika Sigit ditempatkan di KSP.
“Kepercayaan masyarakat terhadap polisi selama ini masih rendah, dan dengan memberikan kesempatan kepada Sigit di lingkungan Istana, berarti masyarakat tidak bisa berharap banyak,” ujarnya.
Namun, kata Dedi, langkah Prabowo yang menempatkan Sigit di KSP merupakan langkah strategis untuk menyingkirkan sosok tersebut tanpa harus membuat lawan politik khawatir.
Sebab, secara politik, KSP selama ini belum banyak berperan atau berpengaruh terhadap Presiden atau kondisi politik secara langsung, ”ujarnya.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, reshuffle kabinet pada Kamis (1/10) bisa dianggap sebagai upaya membersihkan loyalis Jokowi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














