Tak Hanya Padamkan Api, Damkar Limapuluh Kota Turun Tangan Perbaiki Sekolah Rusak

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, Rubrikpos — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Limapuluh Kota kembali menunjukkan peran aktifnya dalam membantu masyarakat, tak hanya dalam memadamkan api, tetapi juga dalam penanganan dampak bencana.

Pekan lalu, sebuah ruang kelas di SD Negeri 01 Bukit Limbuku mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon tumbang yang disebabkan angin kencang. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, proses belajar mengajar sempat terganggu karena ruang kelas tidak dapat digunakan.

Kepala Dinas Damkar Limapuluh Kota, Alfian, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons laporan warga terkait pohon tumbang tersebut.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju ke lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD. Proses evakuasi pohon selesai hari itu juga,” ujar Alfian.

Namun, kerusakan yang terjadi cukup signifikan, terutama pada bagian kuda-kuda dan atap bangunan, sehingga ruang kelas dinyatakan tidak layak pakai. Mengingat keterbatasan ruang belajar dan proses pengajuan anggaran pemerintah yang memerlukan waktu, Damkar mengambil langkah cepat dengan menginisiasi penggalangan dana gotong royong.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan luas. Bantuan mulai mengalir dari berbagai pihak, di antaranya BPBD, PMI, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Nagari, serta masyarakat sekitar.

Kepala Sekolah SDN 01 Bukit Limbuku, Gita Ristalia, mengungkapkan rasa harunya atas bantuan dan kepedulian semua pihak.

“Kami sempat bingung harus belajar di mana. Alhamdulillah, berkat gotong royong semua pihak, kelas bisa diperbaiki tanpa menunggu anggaran pemerintah,” ujar Gita.

Dalam waktu singkat, perbaikan berhasil diselesaikan dan ruang kelas kembali dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Alfian menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dan semangat gotong royong dalam mengatasi persoalan masyarakat secara cepat.

“Kalau hanya menunggu APBD, butuh waktu lama. Tapi dengan gotong royong, semuanya selesai dalam hitungan hari,” tutup Alfian. (@dy)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Yasril, Kepala Disnakerin Payakumbuh
Petani Berdasi, Kominfo Payakumbuh Ubah Lahan Sempit Jadi Pangan
Inflasi Mengintai, Payakumbuh Genjot Program Petani Berdasi
PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Penuhi Indikator, Terancam TMS
Zulmaeta: Sertifikat Bukan Ukuran Kompetensi ASN
BPK Soroti Pengelolaan Sampah Payakumbuh, Om Zet Dorong Solusi Baru
Revitalisasi Sekolah: Kepala Sekolah Diminta Jaga Dana Negara
SERIBU Asa Gerakkan Tekan Stunting di Payakumbuh Selatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:14 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Yasril, Kepala Disnakerin Payakumbuh

Jumat, 18 September 2026 - 18:03 WIB

Petani Berdasi, Kominfo Payakumbuh Ubah Lahan Sempit Jadi Pangan

Jumat, 18 September 2026 - 15:51 WIB

Inflasi Mengintai, Payakumbuh Genjot Program Petani Berdasi

Jumat, 18 September 2026 - 12:04 WIB

PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Penuhi Indikator, Terancam TMS

Kamis, 17 September 2026 - 20:24 WIB

Zulmaeta: Sertifikat Bukan Ukuran Kompetensi ASN

Berita Terbaru

Headline

Jalan terjal Anies menuju Pilpres 2029

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:51 WIB