Keluarga Gadis Penjual Gorengan Ungkap Dugaan Mengejutkan: “Tidak Mungkin Dia Sendirian!”

- Redaksi

Jumat, 20 September 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman – Keluarga almarhumah Nia Kurnia Sari (gadis penjual gorengan – red) yang menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan, meyakini bahwa pelaku tindakan keji tersebut tidak hanya satu orang. Keyakinan ini muncul setelah polisi berhasil menangkap tersangka utama, Indra Septiarman (26), pada Kamis (19/9/2024).

Penangkapan Indra berlangsung dalam suasana yang tegang dan dramatis. Pihak kepolisian, yang dibantu oleh warga setempat, berhasil mengepung tempat persembunyiannya di sebuah rumah kosong yang terletak di Korong Galombang, Desa Kayu Tanam, Kecamatan Kayu Tanam 2×11 Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.

Tersangka diketahui bersembunyi bersama beberapa orang lainnya di langit-langit rumah yang kosong tersebut, sebelum akhirnya diringkus oleh petugas.

Dalam proses penangkapan, aparat kepolisian sempat melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara untuk mengantisipasi perlawanan. Ketegangan semakin meningkat ketika Indra nyaris menjadi sasaran amarah warga yang ikut memburu dirinya di lokasi persembunyian.

Kini, Indra Septiarman telah diamankan di Mapolres Padang Pariaman bersama sejumlah barang bukti yang berhasil disita oleh pihak kepolisian. Tersangka, yang diketahui merupakan seorang residivis, mengakui perbuatannya kepada polisi, yakni telah membunuh dan memperkosa Nia Kurnia Sari, yang semasa hidupnya dikenal sebagai seorang pedagang 犀利士
gorengan.

Namun, meskipun Indra telah mengakui perbuatannya, pihak keluarga korban meragukan bahwa Indra bertindak seorang diri dalam menjalankan aksi bejatnya tersebut. Anita, tante almarhumah Nia, mengungkapkan bahwa keluarga merasa tidak masuk akal jika kejahatan yang begitu terencana dan keji ini dilakukan hanya oleh satu orang saja.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak mungkin semua ini dilakukan oleh satu orang saja. Ada banyak hal yang mencurigakan, terutama terkait lokasi kejadian dan tempat ditemukannya jasad Nia yang sangat sulit dijangkau,” ujar Anita saat dihubungi oleh media, Kamis (19/9/2024).

Keluarga korban mencurigai bahwa Indra memiliki rekan dalam melakukan tindak kejahatan ini, mengingat jarak yang cukup jauh dan medan yang berat antara lokasi pembunuhan dan tempat ditemukannya korban. Anita menambahkan, “Rute dari lokasi pembunuhan ke tempat ditemukannya jasad sangat sulit dan jauh. Kami tidak yakin dia bisa melakukannya sendirian.”

Selain itu, keluarga juga menyoroti bahwa rumah tempat Indra bersembunyi merupakan rumah kosong yang hanya ditempati oleh pemiliknya pada saat Hari Raya Idul Fitri. Hal ini semakin menambah kecurigaan bahwa pelaku tidak mungkin beraksi sendirian. “Kami tidak menduga kalau rumah itu kosong, biasanya hanya terisi saat Lebaran. Ini semakin membuat kami curiga,” tambahnya.

Di sisi lain, Eli, ibu almarhumah Nia, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dan perhatian yang diberikan oleh masyarakat kepada keluarganya. Menurut Eli, rumah duka setiap harinya dipenuhi oleh tamu yang datang untuk memberikan penghiburan dan dukungan moral, baik dari warga sekitar maupun dari luar kota.

“Alhamdulillah, banyak orang yang peduli. Rumah ini hampir tidak pernah sepi dari tamu yang datang. Bahkan hingga tengah malam, masih ada orang yang datang menghibur kami,” ucap Eli saat ditemui di rumah duka pada Selasa (17/9/2024).

Eli juga mengungkapkan betapa ia tersentuh oleh empati yang diberikan oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Banyak dari mereka yang datang tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari luar kota, meskipun tidak mengenal keluarga korban secara pribadi.

“Kami sangat tersentuh oleh perhatian dan empati yang diberikan oleh masyarakat luas. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka semua atas kepedulian dan dukungan mereka kepada kami,” ujar Eli dengan haru.

Mengenai hukuman bagi pelaku, Eli berharap agar pihak yang bertanggung jawab atas kematian putrinya mendapatkan hukuman yang setimpal. “Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Tindakan ini sangat kejam, dan saya berharap pelaku mendapatkan hukuman mati,” ujarnya dengan penuh emosi.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus tragis ini. Polisi berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas, dan memastikan bahwa seluruh pihak yang bertanggung jawab akan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda, SPPG Lamongan Ajak Anak Penerima MBG Wisata Dapur dan Lomba Mewarnai
Mahasiswa Tak Pakai Jaket Almamater Saat Demo di Bundaran HI Hari Ini, Apa Alasannya?
Update Harga iPhone Baru dan Bekas Akhir Oktober 2026, Cek Sebelum Membeli!
Sekjen PKS Sebut PDIP Respon Positif Usulan Hak Angket Ijazah Gibran
Presiden Prabowo Laporkan, BRIN Ungkap Limbah Sawit Berpotensi Menghasilkan Listrik 3,9 GW dan Menggantikan Impor LPG — Sawit Indonesia
Polda Metro Ungkap Ada 53 Demonstrasi di Jakarta Hari Ini: Okezone News
CHVRCHES Berbagi Pembaruan Tur dan Album Baru, Akhir dari Penantian Enam Tahun
Pemerintah berharap aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung damai dan tertib

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, SPPG Lamongan Ajak Anak Penerima MBG Wisata Dapur dan Lomba Mewarnai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Mahasiswa Tak Pakai Jaket Almamater Saat Demo di Bundaran HI Hari Ini, Apa Alasannya?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Update Harga iPhone Baru dan Bekas Akhir Oktober 2026, Cek Sebelum Membeli!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sekjen PKS Sebut PDIP Respon Positif Usulan Hak Angket Ijazah Gibran

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Presiden Prabowo Laporkan, BRIN Ungkap Limbah Sawit Berpotensi Menghasilkan Listrik 3,9 GW dan Menggantikan Impor LPG — Sawit Indonesia

Berita Terbaru